Family Care
Pinjaman tenor panjang sering menjadi solusi keuangan bagi Anda yang menghadapi kebutuhan dana besar, baik untuk keperluan pribadi maupun pengembangan usaha.
Dengan jangka waktu pembayaran yang lebih lama, pinjaman jenis ini menawarkan cicilan bulanan yang relatif ringan dibandingkan pinjaman jangka pendek. Namun, di balik kemudahannya, terdapat beberapa risiko yang perlu dipahami sebelum Anda mengajukannya.
Di artikel ini akan dibahas secara lengkap apa saja kelebihan dan kekurangan pinjaman tenor panjang sehingga Anda dapat mengambil keputusan finansial dengan lebih bijak.
Baca juga: Bunga Pinjaman Bank: Kenapa Penting Memahaminya Sebelum Berutang?
Berikut adalah beberapa kelebihan jika Anda memilih pinjaman dengan tenor panjang.
Melansir IIFL Finance, pinjaman tenor panjang memungkinkan Anda membagi total utang ke dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga cicilan per bulan menjadi lebih kecil. Hal ini sangat membantu menjaga kestabilan arus kas, terutama jika Anda memiliki pengeluaran rutin lainnya.
Pinjaman tenor panjang cocok bagi Anda yang ingin memenuhi kebutuhan besar tanpa harus terbebani cicilan tinggi setiap bulan.
Pinjaman tenor panjang umumnya menawarkan plafon pinjaman yang lebih besar dibandingkan pinjaman jangka pendek atau kartu kredit. Dalam beberapa kasus, jumlah pinjaman bisa mencapai ratusan juta rupiah, tergantung profil kredit dan kemampuan finansial Anda.
Pinjaman tenor panjang memberikan fleksibilitas lebih jika Anda membutuhkan modal besar untuk kebutuhan jangka panjang.
Pinjaman tenor panjang tanpa jaminan dapat digunakan untuk berbagai tujuan tanpa pembatasan yang ketat. Anda dapat memanfaatkannya untuk:
Renovasi atau perbaikan rumah
Biaya medis mendesak
Konsolidasi utang berbunga tinggi
Modal usaha atau ekspansi bisnis
Biaya pendidikan atau kebutuhan keluarga
Pinjaman tenor panjang memberi Anda kebebasan dalam mengelola penggunaan dana sesuai prioritas.
Melansir Academy Bank, pinjaman tenor panjang memiliki jadwal pembayaran tetap dan jelas sejak awal. Dengan adanya tanggal jatuh tempo yang konsisten, Anda dapat merencanakan keuangan dengan lebih baik dan menghindari keterlambatan pembayaran. Dengan begitu, Anda terbantu dalam membangun disiplin keuangan jangka panjang.
Pinjaman tenor panjang yang dibayar tepat waktu dapat membantu meningkatkan riwayat dan skor kredit Anda. Riwayat kredit yang baik akan memudahkan Anda mendapatkan pinjaman lain di masa depan dengan bunga dan syarat yang lebih ringan.
Ini membuat pinjaman tenor panjang bisa menjadi alat strategis untuk membangun reputasi finansial yang sehat.
Pinjaman tenor panjang sering digunakan untuk menghindari penggunaan kartu kredit atau pinjaman jangka pendek dengan bunga tinggi. Dalam kondisi tertentu, bunga kartu kredit bisa sangat membebani jika terjadi keterlambatan pembayaran.
Pinjaman tenor panjang menawarkan suku bunga yang relatif lebih stabil dan tenor yang lebih bersahabat.
Baca juga: Simulasi Pinjaman Bank Lengkap, dari Cara Hitung Cicilan hingga Rekomendasi Bank Bunga Rendah
Meski banyak kelebihannya, pinjaman tenor panjang tentu saja juga memiliki kekurangan. Berikut beberapa diantaranya.
Pinjaman tenor panjang memang memiliki cicilan bulanan yang lebih ringan, tetapi total bunga yang dibayarkan selama masa pinjaman bisa jauh lebih besar. Semakin lama tenor, semakin besar akumulasi bunga yang harus Anda tanggung.
Untuk itulah, melansir SoFi Learn disarankan pinjaman tenor panjang perlu dihitung secara matang agar tidak menjadi beban finansial jangka panjang.
Pinjaman tenor panjang berarti Anda memiliki kewajiban finansial selama bertahun-tahun. Padahal, kondisi keuangan di masa depan bisa berubah, seperti penurunan pendapatan atau kebutuhan mendadak lainnya.
Ini membuat pinjaman tenor panjang berisiko menjadi beban jika tidak diimbangi dengan perencanaan keuangan yang matang.
Pinjaman tenor panjang biasanya memiliki syarat pengajuan yang lebih ketat dibandingkan pinjaman jangka pendek. Lembaga keuangan akan menilai skor kredit, riwayat pembayaran, penghasilan, hingga rasio utang terhadap penghasilan (DTI). Itulah sebabnya pinjaman ini bisa sulit disetujui jika profil keuangan Anda dianggap berisiko.
Pinjaman tenor panjang untuk bisnis atau nominal besar sering kali mensyaratkan adanya jaminan, seperti properti atau aset usaha. Jika Anda gagal membayar cicilan, aset tersebut berisiko disita. Jadi, pertimbangkan pengajuan pinjaman secara ekstra hati-hati.
Pinjaman tenor panjang memiliki cicilan tetap yang harus dibayar setiap bulan. Dalam kondisi keuangan yang sedang ketat, kewajiban ini bisa membebani arus kas dan mengganggu stabilitas finansial. Ini kurang fleksibel jika pendapatan Anda tidak stabil.
Pinjaman tenor panjang memiliki risiko gagal bayar yang lebih tinggi karena durasi pinjaman yang lama. Keterlambatan pembayaran dapat merusak skor kredit dan menyulitkan Anda memperoleh pembiayaan di masa depan. Maka dari itu, dibutuhkan komitmen finansial yang kuat dari awal hingga akhir tenor.
Baca juga: Mau Ajukan Pinjaman Bank? Pelajari Dulu Cara Kerja dan Jenis Bunga Pinjaman Bank
Pinjaman tenor panjang umumnya ditawarkan oleh bank dan lembaga keuangan resmi, sehingga proses pengajuannya membutuhkan dokumen dan persyaratan yang cukup lengkap. Namun, persyaratan ini sebenarnya bertujuan untuk memastikan kemampuan bayar Anda dalam jangka panjang.
Pinjaman tenor panjang untuk keperluan bisnis biasanya memiliki persyaratan yang lebih detail dibandingkan pinjaman pribadi. Berikut beberapa dokumen dan ketentuan yang umumnya diminta.
Memiliki badan usaha yang jelas, baik berbentuk PT, CV, firma, koperasi, maupun usaha perorangan yang aktif beroperasi.
Dokumen legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), SIUP, NPWP usaha, TDP, SITU, atau dokumen lain sesuai ketentuan lembaga pemberi pinjaman.
Identitas diri pemilik usaha, berupa KTP, SIM, atau paspor yang masih berlaku. Dalam beberapa kasus, Anda juga perlu melampirkan kartu keluarga dan akta pendirian usaha.
Rekening koran atau mutasi rekening minimal 3 bulan terakhir untuk menunjukkan arus kas usaha.
Laporan keuangan sederhana, seperti laporan laba rugi atau catatan pemasukan dan pengeluaran, terutama untuk pinjaman dengan nominal besar.
Jaminan atau agunan, jika pinjaman tenor panjang yang diajukan bersifat pinjaman terjamin.
Pinjaman tenor panjang untuk bisnis akan lebih mudah disetujui jika usaha Anda memiliki arus kas stabil dan riwayat kredit yang baik.
Pinjaman tenor panjang untuk kebutuhan pribadi umumnya memiliki persyaratan yang lebih sederhana dibandingkan pinjaman bisnis. Anda tidak perlu melampirkan dokumen legalitas usaha, tetapi tetap harus memenuhi syarat dasar berikut.
Identitas diri yang valid, seperti KTP dan kartu keluarga.
NPWP, terutama jika mengajukan pinjaman dengan nominal tertentu.
Bukti penghasilan, berupa slip gaji, surat keterangan kerja, atau bukti penghasilan lainnya bagi pekerja lepas.
Rekening tabungan atau rekening koran minimal 3 bulan terakhir.
Kesediaan untuk dilakukan survei atau verifikasi, baik secara langsung maupun melalui telepon.
Pinjaman tenor panjang untuk individu juga sangat bergantung pada skor kredit dan riwayat pembayaran utang Anda sebelumnya.
Untuk memberikan ketenangan ekstra, Anda juga sebaiknya memiliki perlindungan Credit Life dari Chubb Life Indonesia dapat menjadi pelengkap pinjaman tenor panjang Anda.
Dengan memiliki asuransi ini, apabila selama masa asuransi Anda sebagai Tertanggung meninggal dunia akibat penyakit atau kecelakaan sesuai ketentuan polis, maka akan ada manfaat asuransi berupa Uang Pertanggungan tetap yang akan dibayarkan secara sekaligus kepada Pemegang Polis, sesuai yang tercantum dalam Sertifikat Asuransi.
Perlindungan ini tersedia untuk personal loan melalui Asuransi Jiwa Kredit Multiguna, yaitu pinjaman yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pribadi seperti konsolidasi utang, biaya pengobatan, atau pembelian barang.
Dengan kombinasi perencanaan finansial dan perlindungan asuransi dari Chubb Life Indonesia, Anda dapat menjalani pinjaman tenor panjang dengan lebih tenang dan terencana.