Lompat ke konten utama
Kesehatan Finansial

Bunga Pinjaman Bank: Kenapa Penting Memahaminya Sebelum Berutang?

11/2025
Bunga pinjaman bank


Meminjam uang dari bank bisa jadi langkah strategis untuk mencapai tujuan finansial. Namun, di balik kemudahannya, ada satu hal penting yang tak boleh diabaikan, yaitu bunga pinjaman bank. 

Hal ini penting karena besaran bunga akan menentukan seberapa besar cicilan yang harus Anda bayar setiap bulan. Jadi, sebelum menandatangani perjanjian kredit, pahami dulu apa jenis bunga yang ditawarkan hingga kenapa penting untuk memperhitungkannya.
 

Apa Itu Bunga Pinjaman Bank?

Menurut Investopedia, bunga pinjaman bank adalah biaya yang dibebankan oleh pemberi pinjaman (bank atau lembaga keuangan) kepada peminjam atas penggunaan uang atau aset tertentu. Besaran bunga ini biasanya dinyatakan dalam persentase tahunan, yang dikenal sebagai suku bunga efektif atau Annual Percentage Rate (APR) dalam Bahasa Inggris. 

Dalam konteks pinjaman, bunga merupakan “cost of borrowing”, dimana semakin tinggi suku bunga, semakin mahal pula biaya yang harus dibayar untuk meminjam jumlah uang yang sama.

Secara sederhana, bunga dihitung berdasarkan pokok pinjaman, yaitu jumlah dana yang dipinjam. Nilai bunga ini menjadi keuntungan bagi pihak bank dan beban tambahan bagi peminjam. 

Nah, selisih antara total pengembalian dan jumlah pinjaman awal itulah yang disebut bunga. Menariknya, tingkat bunga juga mencerminkan tingkat risiko kredit—semakin tinggi risiko peminjam gagal membayar, semakin besar pula bunga yang dikenakan oleh bank.

Baca Juga: Hal Yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Menaikkan Limit Kartu Kredit
 

Apa Saja Jenis Bunga Pinjaman Bank?

Secara umum, jenis bunga pinjaman bisa dijelaskan dari dua perspektif utama, yaitu berdasarkan cara perhitungan bunganya dan berdasarkan sifat bunganya terhadap waktu. Berikut penjelasannya.
 

Berdasarkan Cara Perhitungannya

  • Bunga Flat. Bunga dihitung dari pokok awal sehingga cicilan tetap sama setiap bulan. Umum digunakan pada kredit kendaraan atau pinjaman konsumtif yang jumlahnya kecil.

  • Bunga Efektif. Bunga dihitung dari sisa pokok pinjaman sehingga cicilan bunga menurun seiring waktu. Biasanya dipakai pada KPR konvensional.

  • Bunga Anuitas. Gabungan antara bunga dan pokok disusun agar total cicilan setiap bulan tetap—meski proporsinya berubah (awal porsi bunga lebih besar, akhir porsi pokok lebih besar).
     

Berdasarkan Sifatnya

  • Bunga Tetap. Suku bunga tidak berubah selama periode tertentu sehingga membantu perencanaan cicilan lebih stabil.

  • Bunga Mengambang. Suku bunga dapat berubah mengikuti kondisi pasar sehingga besar cicilan bisa berubah dari waktu ke waktu.
     

Faktor yang Memengaruhi Besarnya Bunga Pinjaman Bank

Perlu Anda pahami bahwa ada beragam faktor yang memengaruhi besarnya bunga pinjaman. Di Indonesia, bunga pinjaman tidak hanya ditentukan oleh kebijakan bank, tetapi juga kondisi ekonomi secara makro. Dengan mengetahui faktor-faktor ini, Anda bisa merencanakan keuangan lebih matang.
 

1. Jenis Pinjaman

Besarnya bunga bisa dipengaruhi oleh jenis pinjaman yang diajukan. Pinjaman secured (dijamin aset, misalnya KPR) biasanya memiliki bunga lebih rendah dibanding unsecured (tanpa jaminan, misalnya kredit konsumtif), karena risiko bagi bank lebih kecil. 

Selain itu, jangka waktu pinjaman juga memengaruhi bunga. Umumnya, pinjaman jangka panjang cenderung memiliki bunga lebih tinggi untuk mengantisipasi risiko kenaikan suku bunga dan inflasi.
 

2. Kebijakan Bank dan Profil Risiko Peminjam

Bank menetapkan bunga berdasarkan profil risiko nasabah, termasuk kondisi keuangan, riwayat kredit, dan skor kredit. Nasabah dengan reputasi kredit baik biasanya mendapatkan bunga lebih rendah, sedangkan peminjam berisiko tinggi akan dikenakan bunga lebih tinggi untuk menutupi potensi gagal bayar.
 

3. Kondisi Ekonomi dan Likuiditas Bank

Saat ekonomi stabil dan bank memiliki likuiditas tinggi, bunga pinjaman cenderung lebih rendah karena risiko kredit menurun dan dana tersedia melimpah. Sebaliknya, ketika ekonomi lesu atau likuiditas bank terbatas, bank akan menaikkan bunga untuk menjaga profitabilitas dan menutup risiko kredit macet.
 

4. Inflasi

Inflasi membuat uang di masa depan bernilai lebih rendah sehingga bank biasanya menaikkan bunga sebagai kompensasi. Semakin tinggi tingkat inflasi, semakin besar kemungkinan bunga pinjaman ikut naik untuk menjaga nilai riil pengembalian dana.
 

5. Kebijakan Pemerintah dan Bank Sentral

Bank Indonesia (BI) menentukan suku bunga acuan yang memengaruhi bunga kredit di seluruh bank. Selain itu, regulasi pemerintah dan kebijakan moneter juga turut memengaruhi besarnya bunga pinjaman yang dikenakan kepada masyarakat.

Baca Juga: Kenali Tanda-tanda saat Anda Perlu Menutup Kartu Kredit
 

Mengapa Penting Memahami Bunga Sebelum Mengajukan Pinjaman ke Bank?

Sebelum mengambil pinjaman, penting bagi Anda untuk memahami besaran dan mekanisme bunganya. Dengan begitu, Anda tidak hanya bisa mengatur cicilan, tetapi juga melindungi keluarga dari risiko finansial tak terduga, misalnya melalui Credit Life dari Chubb Life Indonesia, yang memberikan perlindungan apabila terjadi hal-hal di luar rencana sebelum pinjaman lunas.

Nah, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa memahami bunga pinjaman itu penting:

  • Memperhitungkan dampaknya. Bunga yang lebih rendah membuat cicilan bulanan lebih terjangkau, sedangkan bunga tinggi dapat membebani anggaran.

  • Membuat perencanaan keuangan lebih akurat. Besarnya bunga bisa memengaruhi pengeluaran bulanan sehingga dengan memahami pergerakannya, Anda bisa menyesuaikan anggaran.

  • Membuka kesempatan investasi. Suku bunga berdampak pada nilai investasi dan properti, dengan pemahaman yang baik, Anda bisa mengambil keputusan investasi yang lebih strategis.

  • Menentukan strategi keuangan. Pemahaman bunga membantu Anda memilih produk keuangan yang memberikan hasil paling optimal sesuai tujuan finansial.

  • Meningkatkan kesadaran ekonomi. Dengan mengikuti pergerakan bunga, Anda akan lebih peka terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan moneter yang bisa memengaruhi keputusan finansial.

Baca Juga: Hindari Jebakan Finansial Dengan Bijak Mengelola Utang
 

Rekomendasi Bank dengan Bunga Pinjaman Kompetitif

Memilih bank dengan suku bunga pinjaman yang kompetitif sangat penting untuk menjaga kestabilan keuangan. Berikut adalah beberapa bank di Indonesia yang menawarkan bunga pinjaman menarik.
 

1. BCA

BCA menawarkan KPR dengan suku bunga mulai 2,79% untuk tenor satu tahun, sementara untuk personal loan dan pinjaman modal usaha dikenakan bunga mulai 1% per bulan—menyesuaikan jenis pinjaman dan tenor. Bank ini cocok bagi Anda yang mencari kombinasi pinjaman konsumtif maupun produktif dengan jaringan luas dan layanan terpercaya.
 

2. Jenius (BTPN)

Jenius menyediakan produk pinjaman fleksibel seperti Flexi Cash dengan bunga mulai 1,9% per bulan untuk nasabah reguler dan lebih rendah bagi nasabah pre-approved atau payroll. Proses pengajuannya pun cepat karena sepenuhnya bisa diakses melalui aplikasi.
 

3. Bank BJB

Bank BJB memiliki berbagai produk kredit, mulai Kredit Multiguna dengan bunga 9–11% per tahun, Kredit Kendaraan Bermotor dengan bunga 7–9% per tahun, hingga Kredit Pemilikan Rumah dengan bunga promosi 6% per tahun untuk fixed rate 1–3 tahun. Pilihan ini cocok untuk individu maupun pelaku usaha yang ingin menyesuaikan tenor dan kemampuan membayar cicilan.

Dengan mengetahui pilihan bank dan bunganya, Anda bisa lebih cermat memilih pinjaman sesuai kebutuhan, bukan?

 

 

 

related product