Family Care
Cara pinjam uang di bank sering kali terasa rumit dan menegangkan, terutama bagi Anda yang baru pertama kali mengajukan kredit. Banyak orang khawatir pengajuannya ditolak atau prosesnya memakan waktu lama.
Padahal, jika Anda memahami aturan perbankan di Indonesia dan mempersiapkan diri dengan baik, peluang pengajuan pinjaman disetujui bisa jauh lebih besar.
Bank pada dasarnya ingin memastikan bahwa dana yang mereka salurkan dapat dikembalikan tepat waktu. Karena itu, ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan sebelum Anda mengajukan pinjaman.
Artikel ini membahas secara lengkap hal-hal yang harus diperhatikan ketika akan meminjam uang di bank agar prosesnya berjalan lancar dan cepat disetujui.
Baca juga: 10 Plus dan Minus Pinjam Uang di Bank yang Perlu Diketahui sebelum Ajukan Pinjaman
Agar pinjaman di bank lebih besar kemungkinannya untuk disetujui, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.
Sebelum mengajukan pinjaman, Anda perlu memahami bahwa bank di Indonesia menyediakan beberapa jenis kredit, antara lain:
Kredit Tanpa Agunan (KTA), yaitu pinjaman tanpa jaminan dengan plafon dan tenor terbatas.
Kredit dengan agunan, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), atau kredit multiguna dengan jaminan aset.
Kredit usaha, yang ditujukan untuk pelaku UMKM, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga subsidi pemerintah.
Memilih jenis pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda merupakan langkah awal yang sangat penting dalam cara pinjam uang di bank.
Setiap bank memiliki kebijakan internal. Namun, secara umum persyaratan dasar pinjaman di bank Indonesia meliputi:
Warga Negara Indonesia (WNI)
Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
Memiliki penghasilan tetap atau usaha yang berjalan
Memiliki dokumen identitas yang valid, seperti KTP dan NPWP
Memiliki rekening bank aktif
Jika Anda belum memenuhi syarat dasar ini, besar kemungkinan pengajuan akan ditolak sejak awal.
Salah satu penyebab pengajuan pinjaman lama diproses adalah dokumen yang tidak lengkap. Untuk mempercepat persetujuan, pastikan Anda sudah menyiapkan:
KTP dan Kartu Keluarga
NPWP (wajib untuk pinjaman di atas nominal tertentu)
Slip gaji atau surat keterangan penghasilan
Rekening koran atau mutasi rekening 3 – 6 bulan terakhir
Surat keterangan kerja atau SIUP/NIB untuk pengusaha
Bank di Indonesia wajib menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) sehingga kelengkapan dan keakuratan data sangat berpengaruh pada kecepatan proses.
Dalam proses cara pinjam uang di bank, pihak bank akan memeriksa riwayat kredit Anda melalui SLIK OJK sebagai pengganti BI Checking. Riwayat ini menunjukkan apakah Anda pernah menunggak cicilan atau memiliki kredit bermasalah.
Agar pengajuan cepat disetujui, pastikan:
Anda tidak memiliki tunggakan kredit
Status kolektibilitas berada di level lancar
Jumlah utang masih dalam batas wajar
Jika terdapat masalah, sebaiknya selesaikan terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman baru.
Baca juga: Kenapa Banyak UMKM Memilih Pinjaman KUR? Ternyata Ini Keuntungannya!
Bank akan menilai rasio antara penghasilan dan kewajiban bulanan Anda. Umumnya, total cicilan tidak boleh melebihi 30-40% dari penghasilan bulanan. Melansir Standard Bank, sebelum mengajukan pinjaman, tanyakan pada diri Anda:
Apakah penghasilan saya stabil?
Apakah cicilan masih aman jika ada pengeluaran mendadak?
Apakah tenor dan bunga sesuai kemampuan?
Mengajukan pinjaman sesuai kemampuan akan meningkatkan kepercayaan bank dan memperbesar peluang persetujuan.
Kesalahan umum pemohon adalah mengajukan jumlah pinjaman terlalu besar. Dalam cara pinjam uang di bank yang efektif, sebaiknya Anda mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan riil.
Pada dasarnya, bank akan lebih mudah menyetujui pinjaman dengan nominal wajar dibandingkan jumlah besar tanpa dasar yang jelas. Selain itu, cicilan juga akan terasa lebih ringan.
Setiap bank memiliki segmen dan kebijakan risiko yang berbeda. Ada bank yang lebih fokus pada karyawan, ada pula yang mendukung pelaku usaha kecil. Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan untuk:
Membandingkan suku bunga dan biaya
Mempelajari syarat dan tenor
Menyesuaikan dengan profil keuangan Anda
Mengajukan pinjaman ke bank yang sesuai profil Anda adalah strategi cerdas dalam cara pinjam uang di bank agar cepat disetujui.
Kejujuran adalah kunci utama. Jangan mengubah data penghasilan, status pekerjaan, atau menyembunyikan utang lain. Bank memiliki sistem verifikasi yang ketat dan data yang tidak konsisten dapat langsung menyebabkan penolakan.
Selain itu, hindari mengajukan pinjaman ke banyak bank dalam waktu singkat karena hal ini dapat terbaca sebagai risiko kredit.
Baca juga: Pinjaman Jangka Pendek, Solusi Cepat saat Butuh Dana Mendesak
Jika pengajuan Anda disetujui, bank akan memberikan penawaran kredit yang mencakup:
Jumlah pinjaman
Suku bunga
Tenor
Biaya administrasi dan denda
Melansir Close Finance sebaiknya Anda untuk membaca dengan teliti sebelum menandatangani. Pastikan Anda memahami seluruh kewajiban agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.
Setelah dana cair, kewajiban Anda belum selesai. Membayar cicilan tepat waktu akan menjaga riwayat kredit Anda tetap baik dan memudahkan pengajuan pinjaman di masa depan.
Disiplin pembayaran juga mencerminkan bahwa Anda adalah nasabah yang bertanggung jawab di mata bank.
Kesimpulannya, cara pinjam uang di bank sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan jika Anda memahami proses dan mempersiapkan diri dengan baik. Mulai dari memilih jenis pinjaman, menyiapkan dokumen, menjaga riwayat kredit, hingga menghitung kemampuan bayar, semua langkah tersebut berperan penting agar pengajuan cepat disetujui.
Dengan mengikuti panduan ini dan mematuhi aturan perbankan di Indonesia, Anda dapat meningkatkan peluang mendapatkan pinjaman dengan aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan keuangan Anda.
Selain itu, penting juga untuk memikirkan perlindungan finansial selama masa pinjaman berlangsung, terutama untuk melindungi keluarga dari risiko yang tidak terduga. Salah satu perlindungan yang dapat melengkapi pinjaman Anda adalah asuransi Credit Life dari Chubb Life Indonesia.
Melalui produk ini, Anda akan mendapatkan manfaat berupa Uang Pertanggungan Tetap. Apabila dalam masa asuransi, Anda sebagai Tertanggung meninggal dunia akibat penyakit dan/atau kecelakaan sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam Polis Induk, maka Penanggung akan membayarkan manfaat asuransi secara sekaligus kepada Pemegang Polis.
Jumlah Uang Pertanggungan yang dibayarkan bersifat tetap, sesuai dengan yang tercantum dalam Sertifikat Asuransi, yang akan membantu memastikan kewajiban pinjaman Anda tetap terlindungi sehingga beban finansial tidak dialihkan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Jadi, jangan hanya mempersiapkan cara pengajuan pinjam yang di bank dengan baik, tetapi memberikan perlindungan ekstra, seperti Credit Life dari Chubb Life Indonesia, demi ketenangan dan keamanan finansial di masa depan juga tidak kalah penting.