Family Care
UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Mengutip CNBC Indonesia, sektor ini menyumbang sekitar 60% pertumbuhan ekonomi nasional dan menyediakan 97% lapangan kerja.
Namun, kontribusi sebesar itu belum dibarengi dengan akses pembiayaan yang inklusif. Banyak pelaku usaha masih kesulitan mendapatkan modal untuk bertahan maupun mengembangkan usahanya.
Di sinilah pinjaman KUR hadir sebagai solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan membantu pelaku UMKM. Mari pelajari informasi selengkapnya!
Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program pembiayaan bersubsidi yang dirancang pemerintah untuk memperluas akses permodalan bagi UMKM.
Mengutip laman resmi KUR Ekon, pinjaman KUR disalurkan oleh bank atau lembaga keuangan dengan dana 100% berasal dari penyalur, sementara pemerintah memberikan subsidi bunga dan penjaminan, sehingga pelaku usaha tidak perlu menyediakan agunan tambahan yang besar.
Diluncurkan pada 5 November 2007, program ini menjadi bagian dari kebijakan percepatan pengembangan sektor riil untuk membantu pelaku usaha yang bisnisnya produktif dan layak (feasible), namun belum memiliki agunan yang memadai (non-bankable).
KUR menargetkan individu, badan usaha, hingga kelompok usaha yang membutuhkan modal kerja maupun investasi. Mengutip DJPB Kemenkeu, jenis-jenis KUR meliputi:
KUR Super Mikro ditujukan bagi pelaku usaha yang baru mulai merintis atau memiliki skala usaha sangat kecil.
KUR Mikro menyasar usaha mikro yang sudah berjalan stabil minimal enam bulan dengan kebutuhan modal yang lebih besar.
KUR Kecil ditujukan untuk usaha kecil yang ingin memperluas kapasitas bisnis dengan plafon pembiayaan lebih tinggi.
KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) membantu calon PMI membiayai kebutuhan penempatan kerja di luar negeri.
KUR Khusus diberikan kepada kelompok usaha berbasis klaster, terutama di sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, atau peternakan.
Baca Juga: Mau Pengajuan KUR Bank Disetujui? UMKM Wajib Tahu Ini!
Program ini tidak hanya menyediakan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, tetapi juga mendukung pertumbuhan usaha secara menyeluruh. Berikut tujuh manfaat pinjaman KUR bagi pelaku UMKM.
Dengan persyaratan yang lebih longgar dan plafon kredit yang terjangkau, KUR menjadi solusi bagi pelaku UMKM yang kesulitan memenuhi syarat kredit perbankan konvensional. Skema ini memudahkan Anda memperoleh modal kerja untuk produksi maupun mengembangkan usaha tanpa terbebani agunan yang besar.
Dana KUR memungkinkan usaha untuk memperluas kapasitas produksi, menambah variasi produk, atau meningkatkan kualitas layanan. Akses modal yang lebih terjangkau juga membantu UMKM berkembang lebih cepat, menciptakan peluang baru, sekaligus menstimulasi aktivitas ekonomi di daerah.
Ketika usaha tumbuh, pendapatan pelaku usaha ikut meningkat dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Efek domino ini mendorong kenaikan taraf hidup, memperkuat daya beli, serta meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat sekitar.
Selain mendapat pinjaman modal, penerima KUR juga berkesempatan mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait manajemen usaha, digitalisasi, literasi keuangan, hingga pengelolaan risiko. Dukungan ini memungkinkan UMKM meningkatkan profesionalisme dan daya saing dalam jangka panjang.
KUR juga membuka pintu bagi masyarakat untuk masuk ke dalam sistem keuangan formal—alih-alih pinjam ke rentenir atau pinjaman online bodong. Dengan semakin banyak UMKM yang tercatat dan memiliki rekam jejak kredit, akses ke layanan keuangan lain seperti tabungan, investasi, atau pembiayaan lanjutan pun jadi lebih mudah.
Melalui catatan pembayaran yang baik, pelaku UMKM yang sebelumnya belum bankable dapat membangun riwayat kredit positif. Ini menjadi modal penting untuk mengakses pembiayaan non-subsidi yang lebih besar di masa depan, termasuk pinjaman investasi jangka panjang.
Ketika UMKM memiliki modal yang cukup dan mampu meningkatkan produktivitas, roda ekonomi lokal bergerak lebih cepat. Perputaran uang meningkat, suplai produk lebih stabil, dan daya tahan ekonomi daerah terhadap guncangan juga menjadi lebih kuat.
Baca Juga: Tabel Angsuran KUR: Simulasi, Cara Hitung, dan Manfaat
Memilih KUR sebagai sumber modal usaha bisa menjadi langkah cerdas untuk memperkuat pondasi keuangan bisnis Anda. Berikut beberapa keuntungan utama yang membuat KUR layak dipertimbangkan oleh pelaku UMKM.
Dibanding pinjaman komersial atau alternatif kredit non-bank yang sering membebani dengan bunga tinggi, KUR menawarkan suku bunga pinjaman relatif rendah dan pembayaran yang lebih terjangkau. Ini membantu UMKM menjaga arus kasnya tetap sehat dan fokus pada pengembangan usaha.
KUR menyediakan limit pembiayaan yang cukup besar sehingga memungkinkan pelaku UMKM untuk meningkatkan produksi, menambah stok, atau mengembangkan kapasitas operasional. Dengan plafon ini, Anda mendapatkan fleksibilitas untuk menjalankan proyek skala kecil hingga menengah tanpa harus mencicil banyak kali atau mengajukan kredit ulang.
Berbeda dengan pinjaman jangka pendek atau kredit konsumsi, KUR menawarkan jangka waktu pelunasan yang lebih panjang. Kemudahan ini memberi ruang waktu yang lebih fleksibel untuk melunasi pinjaman serta mengurangi risiko gagal bayar ketika pendapatan usaha belum stabil.
Karena ditujukan bagi UMKM yang mungkin belum memenuhi syarat kredit konvensional, KUR umumnya memiliki persyaratan yang lebih ringan. Hal ini membuka peluang bagi banyak pelaku usaha kecil yang selama ini sulit mendapatkan akses pembiayaan formal, tanpa harus menyerahkan aset berharga sebagai jaminan.
Beberapa jenis KUR memberikan kemudahan berupa kredit tanpa agunan fisik. Dengan begitu, risiko kehilangan aset pribadi kecil jika terjadi kendala pembayaran sehingga lebih aman dan mendukung kelangsungan usaha tanpa tekanan aset.
Namun, bagaimanapun juga, risiko dalam pengelolaan pinjaman tetap ada. Karena itu, penting untuk tetap melindungi keluarga dari kemungkinan terburuk dengan Credit Life Insurance dari Chubb Indonesia agar mereka tetap aman secara finansial jika sesuatu terjadi di luar rencana.
Baca Juga: Bunga KUR Bank Terbaru: Apa Bedanya dengan Pinjaman Biasa?
Berikut ini adalah beberapa bank yang menawarkan program KUR dengan skema kompetitif bagi UMKM.
BRI menjadi salah satu penyalur KUR terbesar dengan dua pilihan utama, yaitu KUR Mikro (plafon hingga Rp100 juta) dan KUR Kecil (Rp100 juta–Rp500 juta). Untuk KUR Mikro, tenor KMK maksimal 3 tahun dan KI 5 tahun, tanpa biaya administrasi dan provisi, dengan bunga 6% efektif per tahun. Sementara KUR Kecil menawarkan tenor KMK hingga 4 tahun dan KI 5 tahun dengan bunga sama, namun memerlukan agunan sesuai ketentuan bank.
BTN menyediakan KUR hingga Rp500 juta bagi pelaku usaha perorangan maupun badan usaha yang produktif namun belum memiliki agunan tambahan memadai. Dengan bunga mulai dari 6% efektif per tahun, tenor hingga 5 tahun, dan bebas provisi, BTN menjadi pilihan menarik untuk modal kerja maupun investasi.
Bank BJB menawarkan KUR bagi pelaku usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan, dengan plafon hingga Rp500 juta dan bunga ringan tanpa biaya provisi. Pilihan plafonnya beragam mulai dari KUR Super Mikro (hingga Rp10 juta), Usaha Mikro (Rp10–50 juta), hingga Usaha Kecil (Rp50–500 juta). Untuk KUR di atas Rp100 juta, debitur wajib menyediakan agunan sesuai ketentuan bank.