Lompat ke konten utama
Kesehatan Finansial

Rahasia Sukses Pengajuan KUR Bank, Modal Usaha Lancar Tanpa Hambatan

11/2025
kur bank

 

Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, modal sering kali menjadi tantangan utama untuk mengembangkan bisnis. Dan untuk mendapatkan sumber pembiayaan tambahan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa jadi solusinya. Namun, pengajuan KUR tidak selalu berjalan mulus karena bank memiliki kriteria tertentu dalam menilai kelayakan peminjam. Mau tahu tips supaya pengajuan Anda langsung disetujui? Temukan jawabannya di sini!
 

Sekilas tentang KUR Bank

Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan melalui bank maupun lembaga keuangan. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KUR ditujukan bagi UMKM yang memiliki usaha produktif dan layak (feasible), namun belum memenuhi syarat perbankan secara penuh (belum bankable).

Dengan skema ini, pelaku usaha tetap bisa mendapatkan modal kerja atau dana investasi meskipun tidak memiliki agunan tambahan karena usaha yang dijalankan itu sendiri bisa menjadi jaminannya.

Adapun beberapa keuntungan KUR dibanding kredit komersial lainnya, yaitu:

  • Bunganya yang lebih rendah, rata-rata hanya sekitar 6%.

  • Jangka waktunya fleksibel, mulai dari 1 hingga 5 tahun tergantung jenis KUR yang dipilih.

  • Proses pengajuannya relatif mudah dan cepat.

  • Untuk KUR Mikro, pelaku usaha bisa mengajukan tanpa jaminan.

Baca Juga: Ingin Untung Malah Buntung, Hindari Bayar Kartu Kredit Dengan Cicilan Minimal
 

Jenis-jenis KUR

Mengutip laman Jamkrindo, berikut adalah jenis-jenis Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa diajukan oleh pelaku usaha sesuai ketentuan Permenko No. 15 Tahun 2020.
 

1. KUR Super Mikro

Jenis KUR ini ditujukan bagi usaha berskala sangat kecil dengan plafon maksimal Rp 10 juta. Cocok untuk pelaku usaha yang baru merintis dan membutuhkan modal tambahan awal.
 

2. KUR Mikro

Plafon pinjaman KUR Mikro dimulai dari Rp 10 - 50 juta per penerima, dengan bunga 6% efektif per tahun. Tenor pinjaman mencapai 3 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi. Jika diperlukan, jangka waktu bisa diperpanjang hingga 4 tahun (modal kerja) atau 7 tahun (investasi). Total plafon maksimal termasuk perpanjangan adalah Rp75 juta.
 

3. KUR Kecil

Ditujukan untuk usaha yang sudah berkembang dengan kebutuhan modal lebih besar, plafonnya antara Rp 50 - 500 juta per individu. Suku bunga tetap 6% per tahun.
 

4. KUR Penempatan TKI

Jenis KUR ini membantu pembiayaan keberangkatan calon Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri. Plafon maksimalnya adalah Rp 25 juta dengan tenor mengikuti kontrak kerja, paling lama 3 tahun. Bunga yang berlaku 6% per tahun.
 

5. KUR Khusus

Disalurkan bagi kelompok usaha produktif dalam bentuk kluster, misalnya untuk sektor perkebunan, peternakan, atau perikanan. Plafon yang tersedia mulai dari Rp 25 - 500 juta per individu anggota kelompok. Skema ini memanfaatkan mitra usaha untuk memastikan dana digunakan secara optimal.

Baca Juga: Hal Yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Menaikkan Limit Kartu Kredit
 

Tips Supaya Pengajuan KUR Disetujui Bank

Sebelum mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR), penting bagi pelaku usaha memahami bahwa bank tidak serta-merta menyetujui setiap permohonan. Ada sejumlah syarat dan indikator yang menjadi bahan pertimbangan. Namun, dengan mempersiapkan hal-hal berikut, peluang pengajuan KUR bank Anda untuk disetujui akan jauh lebih besar.
 

1. Lengkapi Dokumen Legalitas Usaha

Pastikan kamu sudah memiliki dan melengkapi dokumen resmi yang diminta. Contohnya seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), serta dokumen lain yang diminta bank. Legalitas ini menunjukkan bahwa bisnis Anda beroperasi secara sah sehingga meningkatkan kredibilitas di mata bank.
 

2. Pastikan Usaha Sudah Aktif Minimal 6 Bulan

Bank ingin melihat bukti bahwa usaha yang Anda jalankan stabil. Biasanya mereka akan meminta catatan arus kas atau laporan sederhana selama enam bulan terakhir. Jika usaha Anda baru berdiri, sebaiknya tunggu hingga memenuhi syarat ini agar peluang disetujui lebih besar.
 

3. Tidak Sedang Memiliki Kredit Produktif Lain

Bank tidak akan menyetujui KUR jika Anda memiliki pinjaman produktif yang berjalan di tempat lain. Tujuannya adalah untuk menghindari penumpukan utang dan menjaga kemampuan bayar tetap sehat.
 

4. Siapkan Laporan Keuangan dan Data Arus Kas

Seperti yang sudah disebutkan dalam poin 2, meski sederhana, laporan keuangan yang rapi bisa jadi kunci. Bank akan menilai apakah arus kas usaha Anda cukup sehat untuk membayar cicilan KUR. Semakin transparan dan jelas laporannya, semakin besar kepercayaan bank.
 

5. Perbaiki Rekam Jejak Keuangan

Rekam jejak keuangan atau skor kredit akan dicek melalui SLIK OJK. Jika ada tunggakan lama, segera lunasi sebelum mengajukan KUR. Skor kredit yang bersih memberi sinyal positif bahwa Anda adalah debitur yang disiplin.
 

6. Pilih Jumlah Pinjaman dan Tenor Sesuai Kemampuan

Ajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar. Idealnya, cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan. Tenor panjang bisa membuat cicilan lebih ringan, tapi total bunga lebih besar. Tenor pendek lebih hemat, tapi cicilannya lebih berat.
 

7. Siapkan Agunan yang Memadai

Meskipun KUR termasuk kredit yang mendapat subsidi pemerintah, beberapa jenis KUR tetap membutuhkan agunan. Siapkan aset yang nilainya setara atau lebih tinggi dari pinjaman untuk meningkatkan kepercayaan bank.
 

8. Berikan Referensi Valid Jika Diminta

Beberapa bank mungkin meminta referensi, misalnya mantan atasan, kolega, atau pihak lain yang mengenal reputasi Anda. Referensi yang kredibel akan meningkatkan keyakinan bank bahwa usaha Anda layak mendapatkan KUR.

9. Hindari Mengajukan Pinjaman di Banyak Tempat Sekaligus

Mengajukan pinjaman ke banyak bank atau platform dalam waktu bersamaan bisa menurunkan skor kredit dan membuat Anda terlihat berisiko tinggi. Lebih baik fokus ke satu pengajuan dulu, lalu coba lagi di tempat lain jika ditolak.

Baca Juga: Kenali Tanda-tanda saat Anda Perlu Menutup Kartu Kredit
 

Pilihan Bank Penyalur KUR

Kredit Usaha Rakyat (KUR) memang merupakan program pemerintah, tetapi dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah bank yang ditunjuk sebagai penyalur. Setiap bank memiliki ketentuan, plafon pinjaman, tenor, hingga fasilitas yang berbeda sehingga calon debitur bisa memilih sesuai kebutuhan usahanya. Berikut adalah beberapa bank penyalur KUR.
 

1. Bank Mandiri

Produk KUR Mandiri hadir dalam beberapa kategori, mulai dari KUR Mikro, KUR Kecil, hingga KUR TKI. Plafon pinjaman yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp10 juta hingga Rp 500 juta, dengan suku bunga 6% efektif per tahun sesuai kebijakan pemerintah.

Jangka waktu pinjaman maksimal 3 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi. Keunggulan lain Bank Mandiri adalah jaringan cabangnya yang luas, sehingga memudahkan nasabah mengakses layanan KUR di berbagai daerah.
 

2. BTN

KUR BTN ditujukan untuk meningkatkan produktivitas UMKM yang layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan yang cukup. Plafon pembiayaan mencapai Rp 500 juta dengan tenor maksimal 5 tahun. Suku bunga mulai dari 6% efektif per tahun, lebih ringan dibandingkan pinjaman komersial biasa.

BTN juga memberikan proses pengajuan yang cepat, syarat dokumen yang relatif sederhana, serta bebas biaya provisi. Dana dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi, sehingga fleksibel sesuai kebutuhan usaha.
 

3. Bank BJB

Bank BJB menyalurkan KUR dengan plafon pinjaman hingga Rp 500 juta untuk usaha skala mikro, kecil, maupun KUR TKI. Tenor pinjaman bervariasi, mulai dari 36 bulan (modal kerja) hingga 84 bulan (investasi).

Untuk KUR kecil di atas Rp 100 juta, diperlukan agunan tambahan seperti tanah, bangunan, kendaraan, atau mesin. Keunggulan Bank BJB adalah bunga tetap 6% efektif per tahun, bebas biaya provisi, serta fleksibilitas dalam pilihan jangka waktu cicilan.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) hadir sebagai solusi pembiayaan dengan bunga ringan yang bisa membantu UMKM berkembang lebih cepat. Dengan memahami jenis KUR, tips agar disetujui, serta pilihan bank penyalur, Anda bisa lebih percaya diri saat mengajukan. Namun, pastikan semua persyaratan terpenuhi dan gunakan dana KUR dengan bijak agar bisnismu semakin maju dan berkelanjutan.

Selain itu, “in this economy”, Anda juga harus selalu melihat satu langkah ke depan. Untuk menghadapi segala macam ketidakpastian dan risiko yang tak terduga, selalu lengkapi rencana keuangan maupun investasi Anda dengan asuransi Credit Life dari Chubb Indonesia sebagai bentuk proteksi tambahan.

 

 

 

related product