Lompat ke konten utama
Kesehatan Finansial

Bunga KUR Bank Terbaru: Apa Bedanya dengan Pinjaman Biasa?

11/2025
Bunga KUR


Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu solusi populer untuk mendapatkan tambahan modal. Salah satu daya tarik KUR adalah bunganya yang lebih rendah dibanding pinjaman bank biasa sehingga terasa lebih ringan. Meski begitu, penting untuk memahami berapa besar bunga KUR yang berlaku saat ini serta bagaimana cara mengelola cicilan agar tidak membebani keuangan bisnis. Yuk, pelajari di artikel ini!
 

Sekilas tentang Bunga KUR

Mengacu pada kebijakan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) ditetapkan sebesar 6% efektif per tahun. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman komersial biasa yang umumnya berkisar antara 10–20% per tahun. Itulah sebabnya KUR menjadi pilihan menarik bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang ingin mengembangkan bisnis tanpa terbebani bunga tinggi.

Dan mengacu pada Pedoman Kementerian Koordinator (Permenko 15/2020), seluruh jenis KUR—mulai dari Super Mikro, Mikro, Kecil, TKI, hingga KUR Khusus—menerapkan bunga standar yang sama, yaitu 6% efektif per tahun.

Meski begitu, perlu diingat bahwa besaran bunga KUR bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi calon debitur untuk memantau informasi resmi dari pemerintah maupun bank penyalur KUR agar tidak ketinggalan update terbaru.

Baca Juga: Ingin Untung Malah Buntung, Hindari Bayar Kartu Kredit Dengan Cicilan Minimal
 

Syarat Pengajuan KUR Berdasarkan Jenisnya

Meski besaran bunga yang ditetapkan untuk setiap jenis Kredit Usaha Rakyat (KUR) sama, tapi ada ketentuan dan persyaratan yang berbeda. Berikut syarat pengajuan KUR secara umum yang dibedakan berdasarkan jenisnya.
 

1. KUR Super Mikro

Ditujukan untuk pelaku usaha skala sangat kecil dengan plafon maksimal Rp 10 juta.

  • Usaha boleh baru berjalan kurang dari 6 bulan.

  • Jika usaha masih baru, biasanya diminta bukti pelatihan wirausaha, rekomendasi dari komunitas, atau dukungan dari keluarga produktif.

  • Tidak sedang menerima kredit produktif lain dari bank.
     

2. KUR Mikro

Besaran plafon yang diberikan berkisar antara Rp 10 – 50 juta untuk usaha mikro yang sudah stabil.

  • Usaha minimal sudah berjalan 6 bulan.

  • Masuk kategori usaha produktif dan layak dibiayai.

  • Tidak sedang menerima pinjaman produktif dari lembaga lain, kecuali pinjaman konsumtif seperti KPR atau kartu kredit.
     

3. KUR Kecil

Diberikan dengan plafon berkisar Rp 50 – 500 juta.

  • Usaha minimal berjalan 6 bulan dengan rekam jejak keuangan yang lebih jelas.

  • Wajib menyertakan agunan tambahan, seperti sertifikat tanah, BPKB kendaraan, atau aset usaha lain.

  • Tidak sedang menunggak atau memiliki kredit bermasalah.
     

4. KUR Penempatan TKI

Jenis KUR ini dikhususkan untuk calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan plafon maksimal Rp 25 juta.

  • Wajib menunjukkan dokumen resmi seperti perjanjian kerja, kontrak, serta dokumen penempatan.

  • Memiliki identitas lengkap (KTP, KK, paspor, dan dokumen pendukung lain).

  • Jangka waktu pinjaman mengikuti masa kontrak kerja, maksimal 3 tahun.
     

5. KUR Khusus

Ditujukan untuk kelompok usaha di sektor pertanian, peternakan, atau perikanan dengan plafon hingga Rp 500 juta.

  • Pemohon harus tergabung dalam kelompok atau klaster usaha.

  • Ada kerja sama dengan mitra usaha atau offtaker sebagai jaminan pemasaran.

  • Usaha sudah terbukti produktif dan layak dibiayai.

Baca Juga: Kenali Tanda-tanda saat Anda Perlu Menutup Kartu Kredit
 

Tips Mengelola Dana KUR agar Bunganya Tidak Menjadi Beban

Mendapatkan KUR memang bisa membantu bisnis berkembang, tapi tantangan berikutnya adalah bagaimana mengelola pinjaman tersebut agar cicilan pokok dan bunganya tidak berubah jadi beban—justru membuat bisnis semakin berkembang. Berikut beberapa strategi yang bisa Anda terapkan.
 

1. Gunakan Sesuai Rencana Usaha

Pastikan dana KUR dipakai hanya untuk kebutuhan yang benar-benar menunjang usaha, bukan untuk konsumsi pribadi. Misalnya untuk membeli bahan baku, peralatan produksi, atau menambah stok barang. Dengan begitu, dana pinjaman akan langsung memberi dampak pada bisnis.

Tapi, namanya juga rencana. Tak ada yang menjamin jika semua hal bisa berjalan sesuai harapan. Oleh karena itu, Anda perlu asuransi Credit Life dari Chubb Indonesia sebagai proteksi ekstra agar kondisi finansial Anda tetap stabil dan terjaga selama pinjaman KUR berjalan—terutama jika di tengah jalan Anda menghadapi hal tak terduga seperti sakit atau kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia.
 

2. Buat Catatan Keuangan yang Rapi

Pisahkan catatan keuangan dan rekening pribadi dengan usaha agar arus kas lebih jelas. Transparansi ini penting sehingga Anda bisa melacak arus kas bisnis dengan jelas dan akurat, sekaligus membantu jika bank sewaktu-waktu meminta laporan perkembangan usaha.
 

3. Tetapkan Cicilan sebagai Prioritas

Anggap cicilan KUR sebagai biaya tetap yang wajib dibayar setiap bulan, sama seperti gaji karyawan atau sewa tempat. Jadi, selalu sisihkan dana dari pemasukan usaha segera setelah diterima untuk membayar cicilan. Dengan begitu, Anda tidak tergoda menggunakan dana tersebut untuk hal lainnya.
 

4. Hindari Pinjaman Ganda

Jangan mengajukan pinjaman baru di luar KUR selama cicilan berjalan. Pinjaman tambahan hanya akan memperbesar beban bunga dan meningkatkan risiko gagal bayar. Fokuslah melunasi KUR terlebih dahulu agar keuangan usaha lebih stabil.
 

5. Manfaatkan Dana untuk Pengembangan, Bukan Gaya Hidup

Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan pelaku usaha adalah memakai dana KUR untuk kebutuhan konsumtif. Kuncinya ada pada disiplin diri sehingga setiap rupiah yang keluar benar-benar diarahkan untuk aktivitas yang meningkatkan produktivitas usaha.
 

6. Sisihkan Dana Darurat dari Laba Usaha

Jika usaha mendapatkan keuntungan lebih, jangan habiskan semuanya. Sisihkan sebagian sebagai dana darurat untuk menghadapi penurunan penjualan atau keadaan mendesak. Dengan adanya cadangan, pembayaran cicilan tetap aman meski kondisi usaha sedang turun.
 

7. Evaluasi Penggunaan Dana Secara Berkala

Lakukan evaluasi setiap bulan atau kuartal untuk menilai apakah dana KUR sudah digunakan sesuai rencana keuangan. Jika ada pos pengeluaran yang tidak produktif, segera koreksi. Evaluasi ini membantu memastikan pinjaman benar-benar memberi nilai tambah bagi usaha, bukan sekadar menambah beban.

Baca Juga: Hal Yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Menaikkan Limit Kartu Kredit
 

Rekomendasi Bank Penyalur KUR

Untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah bekerja sama dengan 46 penyalur KUR yang terdiri dari Bank Pemerintah, Bank Umum Swasta, Bank Pembangunan Daerah (BPD), Perusahaan Pembiayaan, dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Berikut di antaranya.
 

1. BRI

Sebagai bank dengan jaringan terluas, BRI menjadi pilihan utama banyak pelaku UMKM. Bunga KUR di BRI cukup kompetitif, mulai dari 3% efektif per tahun untuk KUR Super Mikro hingga 6–9% efektif per tahun untuk KUR Mikro dan KUR Kecil. 
 

Plafond yang ditawarkan juga fleksibel, mulai dari tanpa batas untuk KUR Super Mikro hingga Rp 500 juta untuk KUR Kecil. Untuk pinjaman di bawah Rp 100 juta, BRI tidak mensyaratkan agunan tambahan.
 

2. BTN

BTN menawarkan program KUR dengan bunga ringan mulai dari 6% efektif per tahun. Pinjaman bisa diajukan hingga Rp 500 juta dengan jangka waktu maksimal lima tahun.

Selain itu, tidak ada biaya provisi sehingga cicilan lebih ringan. Proses pengajuannya dikenal cepat dan dana bisa digunakan baik untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha.
 

3. Bank Sumut

Bank Sumut menyediakan KUR Mikro dengan plafond Rp 10 – Rp100 juta dan KUR Kecil dengan plafond hingga Rp 500 juta. Keunggulannya, tidak ada biaya administrasi maupun provisi, dengan bunga mulai 6% hingga 9% efektif per tahun.

Selain itu, layanan proses cepat dan integrasi dengan sistem Kementerian Keuangan membuat penyaluran lebih transparan.

Mengelola dana KUR dengan bijak sangat penting agar bunga tidak menjadi beban di kemudian hari. Dengan memahami besaran bunga, syarat pengajuan, hingga pilihan bank penyalur, Anda bisa memanfaatkan fasilitas ini sebagai langkah strategis untuk mengembangkan usaha, bukan sekadar tambahan utang.

 

 

 

related product