Family Care
Ketika sakit, banyak orang langsung berpikir bahwa antibiotik adalah solusi utama untuk sembuh lebih cepat. Padahal, tidak semua penyakit membutuhkan obat ini. Fungsi antibiotik sebenarnya sangat spesifik, yaitu untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus.
Makanya, penting bagi Anda memahami kapan antibiotik dibutuhkan dan bagaimana cara penggunaannya agar tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi tubuh.
Antibiotik adalah obat yang bekerja dengan menekan pertumbuhan atau memusnahkan bakteri yang menyebabkan infeksi pada tubuh. Melansir Cleveland Clinic, antibiotik disebut sebagai terobosan besar dalam dunia medis saat penemuan dan sebarannya.
Pasalnya, obat ini mampu menyelamatkan jutaan nyawa dari penyakit infeksi yang dulu mematikan.
Namun, antibiotik tidak efektif melawan virus, seperti penyebab flu, pilek, atau COVID-19.
Itulah sebabnya dokter selalu menekankan bahwa antibiotik hanya boleh digunakan jika terbukti infeksi disebabkan oleh bakteri, bukan karena infeksi virus.
Fungsi utama antibiotik adalah melawan infeksi bakteri yang menyerang tubuh. Namun, efek dan cara kerjanya bisa berbeda tergantung jenis obatnya.
Berikut beberapa fungsi antibiotik secara umum:
Beberapa antibiotik bekerja dengan menghentikan bakteri berkembang biak. Obat jenis ini tidak langsung membunuh bakteri, tetapi mencegahnya menyebar ke bagian tubuh lain sehingga sistem kekebalan tubuh Anda dapat melawannya dengan lebih mudah.
Antibiotik lain bekerja dengan menghancurkan dinding sel bakteri atau mengganggu fungsi vitalnya. Contohnya adalah penicillin dan cephalosporin yang dapat membunuh bakteri penyebab pneumonia, radang tenggorokan, dan infeksi kulit.
Jika infeksi bakteri tidak ditangani dengan tepat, komplikasi berat seperti sepsis (infeksi menyebar ke darah) bisa terjadi. Antibiotik membantu mencegah kondisi berbahaya ini, terutama pada pasien dengan sistem imun lemah.
Baca juga: Penyakit Kritis Jadi Ancaman Kesehatan, Ini Daftarnya!
Dalam dunia medis, antibiotik juga digunakan secara preventif sebelum dan sesudah operasi untuk mencegah infeksi di area luka sayatan. Ini penting terutama pada operasi besar seperti bedah tulang atau jantung.
Beberapa penyakit kronis seperti tuberkulosis (TBC) atau infeksi saluran kemih kambuhan membutuhkan terapi antibiotik jangka panjang. Dalam kasus ini, dokter akan memantau dosis dan durasi penggunaan secara ketat agar tetap efektif tanpa menyebabkan resistansi.
Lebih jauh, penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa antibiotik memiliki efek anti-inflamasi ringan, yang membantu meredakan gejala akibat infeksi berat. Meski begitu, penggunaannya tetap harus di bawah pengawasan medis.
Antibiotik dibedakan menjadi dua kategori utama:
Jenis ini hanya efektif melawan beberapa jenis bakteri tertentu. Contohnya adalah penicillin yang digunakan untuk infeksi tenggorokan atau kulit.
Antibiotik ini mampu melawan berbagai jenis bakteri sekaligus. Contohnya amoxicillin dan ciprofloxacin. Namun, penggunaannya harus hati-hati karena bisa membunuh bakteri baik di dalam tubuh dan menyebabkan efek samping seperti diare atau infeksi jamur.
Melansir Medline Plus, penggunaan antibiotik harus mengikuti petunjuk dokter agar efektif dan tidak menimbulkan resistansi (kekebalan bakteri terhadap obat). Berikut cara pakai dan konsumsi secara aman:
Jangan pernah membeli antibiotik tanpa resep atau mengonsumsi sisa obat lama. Jenis antibiotik harus disesuaikan dengan jenis infeksi dan kondisi tubuh Anda.
Banyak orang berhenti minum antibiotik ketika merasa sembuh. Padahal, menghentikan konsumsi terlalu cepat bisa membuat sebagian bakteri bertahan dan menjadi kebal.
Antibiotik yang efektif untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain karena jenis infeksi bisa berbeda.
Beberapa antibiotik dapat menyebabkan mual, diare, atau reaksi alergi. Jika gejalanya berat, segera konsultasikan ke dokter.
Antibiotik tidak dapat menyembuhkan flu, pilek, atau batuk akibat virus. Penggunaan yang tidak tepat justru mempercepat munculnya resistansi antibiotik.
Baca juga: 10 Gaya Hidup Penyebab Influenza, Risiko Terkena Bisa Meningkat!
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Selain mengandalkan antibiotik saat sakit, Anda juga perlu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi bakteri.
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik sebelum makan atau setelah dari toilet adalah cara paling efektif untuk mencegah penularan penyakit.
Makanan tinggi protein, vitamin C, dan probiotik dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Kesulitan dan kurang tidurmembuat tubuh sulit melawan infeksi. Anda harus tidur minimal 7 jam setiap malamnya.
Stres kronis dapat menurunkan imunitas. Cobalah meditasi, olahraga ringan, atau aktivitas menyenangkan untuk menjaga keseimbangan mental.
Aktivitas fisik membantu melancarkan peredaran darah dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Dengan pemeriksaan rutin, Anda bisa mendeteksi gejala penyakit lebih dini sebelum berkembang menjadi infeksi serius.
Gunakan hanya bila diresepkan dokter agar efektivitasnya tetap terjaga di masa depan.
Baca juga: Pusing Dengan Harga Obat Resep Yang Mahal? Cermati 5 Tips Ini
Antibiotik memiliki peran penting dalam melawan infeksi bakteri dan menyelamatkan nyawa jutaan orang di seluruh dunia. Namun, penggunaan yang tidak tepat justru bisa membahayakan tubuh karena menyebabkan resistansi bakteri.
Pastikan Anda selalu mengikuti anjuran dokter dan menjaga gaya hidup sehat agar tubuh tetap kuat melawan penyakit tanpa ketergantungan obat.
Jika Anda ingin memastikan perlindungan menyeluruh terhadap risiko kesehatan yang tak terduga, Chubb Medical Protection hadir dengan berbagai pilihan, mulai dari pertanggungan rawat inap hingga bedah, perlindungan untuk Anda dan keluarga, hingga perlindungan dari penyakit kritis.
Baca juga: Apa Pentingnya Medical Check Up dan Berapa Kisaran Harganya?