Lompat ke konten utama
Kesehatan Fisik

Kelenjar Getah Bening Bengkak? Kenali Penyebabnya

08/2026
Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Tiba-tiba menemukan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan tentu dapat membuat khawatir. Apalagi jika benjolan terasa nyeri, semakin besar, atau tidak kunjung menghilang. Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan pembengkakan kelenjar getah bening dengan kanker atau penyakit serius. 

Padahal, penyebab pembengkakan kelenjar getah bening cukup beragam dan sebagian besar justru berkaitan dengan respons tubuh terhadap infeksi.

Meski demikian, bukan berarti setiap benjolan dapat diabaikan. Karakteristik benjolan, berapa lama pembengkakan berlangsung, lokasi, serta gejala lain yang menyertainya dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Lalu, apa saja penyebab pembengkakan kelenjar getah bening dan bagaimana mengetahui kapan kondisi tersebut perlu diperiksakan ke dokter?
 

Kelenjar Getah Bening Bengkak, Apakah Berbahaya?

Jawabannya adalah tidak selalu berbahaya.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu menyaring zat berbahaya dan melawan infeksi. Ketika tubuh sedang menghadapi virus, bakteri, atau penyebab penyakit lainnya, kelenjar getah bening dapat membesar sebagai bagian dari respons imun.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa pembengkakan kelenjar getah bening paling sering terjadi akibat infeksi. 

Karena itu, menemukan benjolan tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit serius seperti kanker. Namun, penyebabnya tetap perlu diperhatikan, terutama jika pembengkakan berlangsung lama atau disertai gejala lain.

Baca juga: Penyakit Tropis di Indonesia: Mengapa Anda Harus Waspada?
 

Apa Itu Pembengkakan Kelenjar Getah Bening?

Kelenjar getah bening adalah kumpulan jaringan kecil yang terdapat di berbagai bagian tubuh dan menjadi bagian dari sistem limfatik.

Kelenjar ini mengandung sel-sel sistem imun yang membantu tubuh melawan virus, bakteri, serta berbagai penyebab penyakit lainnya.

Kelenjar getah bening banyak ditemukan di area seperti:

  • Leher dan bawah rahang

  • Ketiak

  • Dada

  • Perut

  • Selangkangan

Ketika tubuh mendeteksi infeksi atau gangguan tertentu, aktivitas sel imun dapat meningkat sehingga kelenjar getah bening ikut membesar.

Lokasi pembengkakan juga dapat membantu memberikan petunjuk mengenai kemungkinan penyebabnya. Misalnya, pembengkakan di leher dapat terjadi ketika seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan atau tenggorokan.
 

Apa Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening?

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan pembengkakan. Mulai dari infeksi ringan yang umum terjadi hingga kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
 

1. Flu atau Pilek

Infeksi virus seperti flu dan pilek merupakan salah satu penyebab umum pembengkakan kelenjar getah bening, khususnya di area leher.

Selain muncul benjolan, kamu mungkin juga mengalami pilek, batuk, sakit tenggorokan, demam ringan, atau tubuh terasa tidak nyaman. Ketika infeksi membaik, ukuran kelenjar biasanya akan kembali mengecil secara bertahap.
 

2. Infeksi Tenggorokan

Radang tenggorokan akibat virus maupun bakteri juga dapat membuat kelenjar di sekitar leher dan bawah rahang membesar.

Pembengkakan dapat disertai nyeri tenggorokan, kesulitan menelan, demam, atau amandel yang membengkak.
 

3. Infeksi Telinga atau Gigi

Tidak hanya infeksi saluran pernapasan, masalah pada area di sekitar kepala juga dapat menyebabkan kelenjar getah bening membesar.

Infeksi telinga maupun infeksi pada gigi dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar yang berada di sekitar rahang atau leher.
 

4. Infeksi Kulit

Luka yang mengalami infeksi juga dapat memicu respons sistem kekebalan tubuh. Lokasi kelenjar yang membengkak biasanya berkaitan dengan area tubuh tempat infeksi terjadi.
 

5. Tuberkulosis

Tuberkulosis atau TB merupakan infeksi bakteri yang juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Kondisi ini perlu mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan medis yang sesuai, terutama jika terdapat gejala lain seperti batuk berkepanjangan, demam, keringat malam, atau penurunan berat badan.
 

6. Penyakit Autoimun

Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri.

Beberapa kondisi seperti lupus dan rheumatoid arthritis dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening pada sebagian penderita.
 

7. Reaksi terhadap Obat Tertentu

Dalam kondisi yang lebih jarang, beberapa jenis obat dapat menimbulkan reaksi yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika benjolan muncul setelah mulai mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan dengan dokter dan jangan menghentikan obat resep tanpa arahan tenaga medis.
 

8. Kanker

Kanker memang dapat menjadi salah satu penyebab pembengkakan kelenjar getah bening, tetapi bukan penyebab yang paling umum.

Kondisi ini dapat terjadi pada kanker yang berasal dari sistem limfatik, seperti limfoma, maupun kanker dari organ lain yang menyebar ke kelenjar getah bening.

Karena itu, keberadaan benjolan saja tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami kanker. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Baca juga: 9 Penyakit Paling Mematikan yang Perlu Diwaspadai oleh Orang Muda
 

Bagaimana Membedakan Benjolan Biasa dan yang Perlu Diwaspadai?

Tidak mungkin menentukan penyebab pembengkakan hanya dengan meraba benjolan sendiri. Namun, beberapa karakteristik dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kelenjar yang membesar akibat infeksi sering kali terasa lunak atau nyeri ketika disentuh dan dapat disertai gejala infeksi lainnya. Sebaliknya, pembengkakan yang menetap atau memiliki karakteristik tertentu perlu mendapatkan perhatian lebih.

Sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila kelenjar:

  • Terus membesar atau tetap bengkak selama 2–4 minggu

  • Terasa keras atau seperti karet

  • Tidak bergerak ketika ditekan

  • Muncul tanpa penyebab yang diketahui

  • Disertai demam, keringat malam, atau penurunan berat badan tanpa sebab

  • Disertai batuk yang tidak kunjung membaik

Jika pembengkakan menyebabkan kesulitan menelan atau bernapas, segera cari pertolongan medis.
 

Benjolan Tidak Sakit, Apakah Tetap Perlu Diperiksa?

Benjolan yang tidak terasa sakit bukan berarti pasti berbahaya. Sebaliknya, benjolan yang terasa nyeri juga tidak otomatis berarti kondisinya ringan.

Rasa sakit hanyalah salah satu karakteristik yang dapat digunakan dokter bersama informasi lainnya untuk mencari penyebab.

Karena itu, perhatikan juga apakah ukuran benjolan berubah, berapa lama sudah muncul, lokasinya, serta apakah terdapat gejala lain.

Jika benjolan tidak kunjung mengecil atau justru semakin besar, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.

Sebagian pembengkakan akan mengecil setelah infeksi membaik. Namun, jangan menunda pemeriksaan hanya karena benjolan tidak terasa sakit.

Segera konsultasikan dengan tenaga medis apabila pembengkakan terus membesar, bertahan selama beberapa minggu, terasa keras, atau disertai gejala lain yang tidak biasa.

Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula dokter dapat menentukan apakah kondisi tersebut hanya membutuhkan pemantauan atau perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut.
 

Lindungi Diri dari Risiko Biaya Pengobatan

Munculnya pembengkakan kelenjar getah bening tidak selalu menandakan penyakit serius. Namun, jangan mengabaikan benjolan yang tidak kunjung mengecil atau disertai gejala tertentu.

Lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya daripada mencoba mendiagnosis kondisi sendiri.

Selain itu, memiliki Asuransi Perlindungan Kesehatan dapat membantu menghadapi dampak finansial apabila suatu kondisi kesehatan membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan sesuai manfaat dan ketentuan polis.

Chubb Life Indonesia menyediakan berbagai pilihan Asuransi Perlindungan Kesehatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari perlindungan biaya perawatan hingga perlindungan terhadap penyakit kritis.

Dengan menjaga kesehatan, mengenali perubahan tubuh, dan memiliki perlindungan yang sesuai, kamu dapat lebih siap menghadapi berbagai risiko kesehatan tanpa harus menunggu kondisi menjadi lebih serius.

 

 

 

related product