Family Care
Kamu mungkin sudah dengar kabar bahwa kasus Influenza A kini meningkat di berbagai wilayah Indonesia, terutama di saat cuaca sedang tidak menentu seperti sekarang. Kondisi ini sering kali mengganggu imunitas tubuh, sehingga lebih rentan terserang infeksi. Sebab, saat imunitas menurun, virus lebih mudah berkembang dan menyerang saluran napas.
Ini sebabnya, kamu harus tahu apa saja gejala influenza sehingga bisa melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk menjaga kesehatan orang terdekat.
Baca juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru yang Efektif!
Influenza A adalah infeksi virus saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus influenza A H1N1, ditandai dengan demam tinggi tiba-tiba, menggigil, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri otot.
Penyebarannya berlangsung cepat karena virus mudah berpindah melalui percikan kecil ketika seseorang batuk, bersin, atau sekadar berbicara di jarak dekat.
Gejala, durasi penyakit, dan tingkat keparahan gejala Influenza A bervariasi pada setiap orang, tergantung pada usia, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan sistem kekebalan tubuh. Berikut ini tandanya yang perlu kamu ketahui, seperti disebutkan dalam laman MedPark Hospital:
Demam tinggi tiba-tiba dan menggigil
Batuk kering
Sakit tenggorokan
Bersin, hidung tersumbat, pilek
Kelelahan, tubuh lemas
Sakit kepala
Kehilangan nafsu makan
Mual dan muntah
Diare
Nyeri badan, otot, dan sendi
Pada kasus yang lebih parah, influenza A menunjukkan beberapa tanda berikut:
Demam tinggi terus-menerus di atas 38 derajat Celcius selama lebih dari 1 minggu
Pneumonia, pneumonia berat
Sesak napas, napas cepat
Detak jantung cepat, palpitasi jantung
Hipotensi
Gagal pernapasan
Kejang demam (terutama pada anak kecil)
Baca juga: Awas Bersin-Bersin! Ikuti 6 Cara Mencegah Flu Berikut
Influenza A sangat menular dan dapat menular dari orang ke orang dengan cepat, terutama selama musim hujan setiap tahun. Virus ini adalah jenis flu yang bermutasi (berubah) lebih cepat, menyebar lebih cepat, dan menyebabkan gejala yang lebih parah daripada Influenza B. Setelah masuk ke dalam tubuh, virus ini berkembang dalam 2 fase sebagai berikut:
Masa Inkubasi Influenza A: 1-3 hari pertama setelah infeksi (jarang hingga 5 hari). Orang yang terinfeksi mungkin belum menunjukkan gejala, tetapi dapat langsung menularkan virus kepada orang lain.
Masa Gejala Influenza A: 1-7 hari setelah infeksi. Mereka yang terinfeksi influenza A dapat menularkan virus kepada orang lain dari hari ke-1 hingga ke-7 setelah infeksi, dan akan menunjukkan gejala penuh pada hari ke-3 setelah infeksi.
Kebanyakan orang dengan influenza A akan berangsur-angsur membaik dan pulih dalam 4-7 hari. Namun, mereka yang gejalanya tidak membaik seiring berjalannya waktu harus segera mencari pertolongan medis untuk pemeriksaan fisik menyeluruh.
Ini karena meningkatnya risiko potensi komplikasi penyakit, seperti penyebaran influenza A ke saluran pernapasan, pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, atau eksaserbasi asma.
Influenza A adalah masalah kesehatan dengan tingkat penularan tinggi, tentu penting untuk mengetahui bagaimana tindakan pencegahan agar tidak tertular. Ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
Langkah utama mencegah penularan influenza A adalah mendapatkan vaksin flu tahunan. Vaksin akan diperbarui setiap tahun karena virus flu A bermutasi dengan sangat mudah, sehingga jenis virus yang mengontaminasi bisa berbeda dari tahun ke tahun.
Vaksinasi sangat penting bagi anak berusia di atas 6 bulan, lansia yang sudah berusia 65 tahun atau lebih, ibu hamil, dan pengidap penyakit kronis, seperti asma, penyakit jantung, dan diabetes. Vaksin juga mengurangi tingkat keparahan gejala jika kamu tertular virus ini.
Guna mencegah masuknya virus ke tubuh, cuci tangan jadi hal yang wajib kamu lakukan. Sebab, virus flu A bisa dengan mudah menempel di permukaan benda seperti ponsel, meja, bahkan gagang pintu.
Cuci tangan wajib dilakukan sebelum makan, setelah dari toilet, setelah bersin, atau kontak dengan benda di tempat umum. Jika tidak menemukan air mengalir dan sabun, pastikan untuk selalu membawa hand sanitizer sebagai pilihan alternatif.
Masker tidak hanya memberikan perlindungan dari risiko penularan, tapi turut mencegah droplet keluar saat sakit. Gunakan masker saat berada di luar rumah atau di tempat umum, dan sedang berkontak atau berdekatan dengan orang yang sakit. Pilih masker medis atau kain berlapis, pastikan menutup mulut dan area hidung.
Penularan flu A paling sering terjadi karena penyebaran droplet saat seseorang bersin atau batuk tanpa menutup mulut. Gunakan tisu jika sedang tidak memakai masker, atau siku bagian dalam. Setelahnya, cuci tangan dengan sabun untuk memastikan tidak ada virus yang menempel.
Tidak kalah pentingnya, pastikan imun tubuh selalu terjaga sehingga bisa melawan virus dengan optimal. Jaga pola makan dengan asupan bergizi seimbang, dapatkan istirahat yang cukup, terutama pada malam hari, sempatkan berolahraga ringan, dan lakukan relaksasi atau meditasi untuk mengurangi stres.
Baca juga: 5 Cara Praktis Menjaga Kesehatan Saat Pergantian Musim
Musim yang tidak menentu rentan dengan merebaknya penyakit, termasuk influenza A. Jadi, kenali gejalanya dengan baik dan segera dapatkan pengobatan untuk menghindari komplikasi yang lebih serius. Selain itu, terapkan tindakan pencegahan supaya virus tidak mudah menular.
Tak ada salahnya untuk mempertimbangkan perlindungan tambahan untuk diri sendiri dan keluarga dengan Asuransi Individu dari Chubb Life Indonesia. Sebab, biaya kesehatan yang sering kali tak terduga dapat mengganggu kestabilan finansial.
Melalui Chubb Life Indonesia, kamu bisa memberi perlindungan untuk diri sendiri sambil menjaga finansial tetap stabil. Hubungi Chubb Life Indonesia untuk informasi lebih lanjut.