Lompat ke konten utama
Kesehatan Finansial

Bilyet Deposito: Kelebihan dan Bedanya dengan Sertifikat Deposito

11/2025
Bilyet Deposito


Bilyet deposito adalah dokumen penting yang menjadi bukti kepemilikan atas uang yang Anda simpan dalam bentuk deposito di bank.

Banyak orang memilih deposito karena tergolong investasi berisiko rendah dan memberikan bunga tetap. Namun, tidak semua memahami apa itu bilyet deposito, bagaimana cara kerjanya, serta perbedaannya dengan sertifikat deposito.

Di artikel ini, semuanya akan dibahas secara lengkap agar Anda lebih mudah memahaminya.
 

Apa Itu Bilyet Deposito?

Ketika Anda membuka rekening tabungan, pihak bank biasanya memberikan buku tabungan dan kartu ATM sebagai bukti kepemilikan. Nah, dalam produk deposito, bukti kepemilikan tersebut berbentuk bilyet deposito.

Tempo.co menjelaskan, secara sederhana bilyet deposito adalah surat atau dokumen resmi yang diterbitkan oleh bank sebagai bukti bahwa Anda telah menempatkan sejumlah uang dalam rekening deposito berjangka.

Di dalamnya tercantum nama pemilik, jumlah dana yang disimpan, jangka waktu atau tenor, suku bunga, tanggal jatuh tempo, dan nomor seri.

Perlu Anda ketahui, bilyet deposito bukanlah sertifikat deposito. Banyak yang menganggap keduanya sama, padahal berbeda dari segi fungsi dan sifat hukumnya.

Baca juga: Cara Menghitung Bunga Deposito di Bank dengan Simulasi, Jadi Tahu Berapa Keuntungannya!
 

Perbedaan dengan Sertifikat Deposito

Banyak orang masih bingung membedakan antara bilyet deposito dan sertifikat deposito. Padahal, keduanya memiliki karakteristik yang cukup berbeda. Berikut penjelasannya.
 

1. Kepemilikan

Dalam bilyet deposito, nama pemilik tercantum di dokumen sehingga tidak bisa dipindahtangankan. Sementara sertifikat deposito tidak mencantumkan nama pemilik dan bisa diperjualbelikan.
 

2. Fleksibilitas

Bilyet deposito hanya bisa dicairkan oleh pemilik sah, sedangkan sertifikat deposito bisa dijual atau dipindah tangan ke pihak lain.
 

3. Risiko

Berbeda dengan sertifikat deposito yang lebih berisiko jika hilang karena bisa dicairkan oleh siapa saja yang memegangnya, bilyet deposito lebih aman karena tidak bisa dipalsukan dengan mudah.
 

4. Bunga

Untuk bilyet deposito, bunga diterima  saat jatuh tempo. Sementara sertifikat deposito, bunganya bisa diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo

Jadi, jika Anda ingin investasi yang benar-benar aman dan pribadi, bilyet deposito lebih cocok. Namun, jika ingin fleksibilitas dan potensi likuiditas lebih tinggi, sertifikat deposito bisa menjadi pilihan.
 

Cara Kerja Bilyet Deposito

Proses kerja bilyet deposito cukup sederhana dan transparan. Berikut langkah-langkah umum yang terjadi saat Anda membuka deposito.
 

1. Menyetor Dana ke Bank

Anda bisa melakukannya dengan datang ke bank atau bisa juga melalui aplikasi digital, lalu setor uang sesuai jumlah minimal yang ditentukan. Biasanya minimalnya antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.
 

2. Menentukan Tenor atau Jangka Waktu

Anda akan diminta memilih jangka waktu penyimpanan, seperti 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan. Selama periode ini, uang tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo, kecuali dengan konsekuensi penalti.
 

3. Bank Menerbitkan Bilyet Deposito

Setelah proses selesai, Anda akan menerima bilyet deposito sebagai bukti resmi bahwa dana sudah tersimpan di bank. Dokumen ini harus disimpan dengan baik karena diperlukan saat pencairan.
 

4. Mendapatkan Bunga Saat Jatuh Tempo

Pada akhir periode, Anda akan menerima bunga deposito sesuai kesepakatan di awal. Beberapa bank juga menawarkan opsi Automatic Roll Over atau ARO, yaitu perpanjangan otomatis jika Anda tidak ingin mencairkan dana.

Baca juga: Investasi Atau Tabungan: Perhatikan 3 Poin Berikut Untuk Menentukan
 

Kelebihan Bilyet Deposito

Berinvestasi dengan bilyet deposito memiliki beberapa keunggulan, terutama bagi Anda yang mengutamakan keamanan dan kepastian hasil. Berikut kelebihannya:
 

1. Bilyet Deposito Risikonya Rendah

Deposito adalah salah satu instrumen investasi paling aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu. Selain itu, dana Anda juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 

2. Bunga Tetap dan Pasti

Suku bunga deposito ditentukan di awal sehingga Anda tahu berapa besar keuntungan yang akan didapatkan saat jatuh tempo. Ini cocok bagi Anda yang tidak ingin repot mengikuti fluktuasi pasar.
 

3. Membantu Perencanaan Keuangan

Dengan jangka waktu dan bunga yang jelas, Anda bisa dengan mudah mengatur rencana keuangan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan jangka pendek maupun panjang.
 

4. Tidak Mudah Disalahgunakan

Karena nama pemilik tercantum di dalam bilyet, dokumen ini tidak bisa dipindahtangankan. Artinya, hanya Anda sebagai pemilik sah yang dapat mencairkan deposito tersebut.
 

Kekurangan Bilyet Deposito

Meskipun aman, bilyet deposito juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum berinvestasi, yaitu:
 

1. Tidak Bisa Dicairkan Sebelum Jatuh Tempo

Uang yang sudah ditempatkan tidak dapat diambil sewaktu-waktu. Jika Anda mencairkan lebih awal, biasanya akan terkena penalti atau kehilangan bunga.
 

2. Keuntungan Bilyet Deposito Relatif Kecil

Karena risikonya rendah, bunga deposito cenderung lebih kecil dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham atau reksa dana.
 

3. Proses Administrasi Lebih Ketat

Saat pencairan, Anda wajib menunjukkan identitas dan bilyet deposito asli. Jika hilang, Anda harus melalui proses pelaporan dan verifikasi tambahan di bank.

Baca juga: 5 Cara Milenial Mulai Investasi
 

Tips Aman Menghindari Penipuan

Sayangnya, popularitas deposito sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang membuat bilyet deposito palsu. Agar tidak menjadi korban, berikut tips yang bisa Anda lakukan.
 

1. Waspada terhadap Tawaran Bunga yang Terlalu Tinggi

Bunga deposito di bank resmi biasanya tidak jauh dari BI Rate. Jika ada yang menawarkan bunga jauh lebih besar, Anda patut curiga.
 

2. Pastikan Buka Deposito Langsung di Bank

Jangan pernah menyerahkan uang melalui pihak ketiga. Pastikan bilyet deposito diterbitkan dan diberikan langsung oleh bank tempat Anda menyimpan dana.
 

3. Cek Legalitas Bank

Pastikan lembaga penyedia deposito terdaftar di OJK dan dijamin oleh LPS. Hal ini penting agar dana Anda benar-benar aman.

Selain itu, untuk memberikan perlindungan tambahan, Anda juga bisa memanfaatkan manfaat Uang Pertanggungan Tetap dari Credit Life Chubb Life Indonesia.

Jadi, jika dalam masa asuransi Anda sebagai Tertanggung meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan sesuai dengan ketentuan dalam Polis Induk, maka Chubb Life Indonesia akan memberikan sejumlah uang pertanggungan secara sekaligus kepada pihak yang Anda tunjuk, sesuai dengan nilai yang tercantum dalam Sertifikat Asuransi.

Itulah penjelasan lengkap pengertian, kelebihan, kekurangan, serta perbedaan antara bilyet deposito dan sertifikat deposito. Instrumen ini cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan risiko rendah dan hasil yang stabil.

Semoga dengan penjelasan artikel ini, Anda dapat menentukan pilihan investasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan.

 

 

 

related product