Lompat ke konten utama
Kesehatan Finansial

5 Cara Milenial Mulai Investasi

03/2023
black piggy bank

Milenial atau mereka yang berusia antara 17 hingga 36 tahun tengah mendominasi demografi di hampir seluruh wilayah di dunia, termasuk Indonesia.

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), ada sekitar 90 juta penduduk negeri ini yang berada di rentang usia 20 hingga 36 tahun.

Sayangnya, masih banyak milennial yang belum berinvestasi. Salah satu alasan adalah mereka belum mengerti perihal investasi dan pengaruhnya terhadap kehidupan mereka secara langsung.

Selain itu, masih ada milenial yang menganggap investasi memerlukan modal besar. Padahal, banyak investasi seperti reksa dana yang bisa dimulai hanya dengan Rp 100.000.

Mereka pun kerap dibayang-bayangi kecemasan apabila mereka tak memiliki uang cukup untuk kehidupan sehari-hari jika harus berinvestasi saat ini.

Padahal, waktu adalah sekutu terbaik dalam berinvestasi. Artinya, semakin awal milenial memulai, semakin cepat nilai investasi yang berkembang. Saat usia muda, milenial memiliki peluang lebih besar untuk membangun kekayaan dan membuka jalan untuk menjadi milenial yang stabil dan mapan secara finansial.

Lantas, jika milenial ingin berinvestasi dengan uang yang dimilikinya saat ini tetapi tak ingin terlilit masalah keuangan, maka mereka perlu membaca tips berikut.

 

1. Menabung Dahulu, Baru Berinvestasi

Sebelum berinvestasi, milenial harus berkomitmen untuk menabung. Penting untuk mengetahui bagaimana mereka menabung. Salah satu metode menabung paling populer yaitu Penghasilan - Penghematan = Pengeluaran.

Dalam rumus sederhana itu, milenial akan membelanjakan uang setelah mereka menabung terlebih dahulu.

Ini berbeda dengan metode Penghasilan - Pengeluaran = Penghematan, di mana milenial hanya menyimpan uang sejumlah berapapun yang tersisa setelah dikurangi biaya hidup.

Apapun strategi penghematan yang dipilih, gunakan uang tabungan tersebut untuk berinvestasi. Beberapa milenial menabung dan kemudian membiarkan uang mereka mengendap di rekening tabungan dalam waktu lama.

Walau tidak ada yang salah dengan hal itu, namun peluang melipatgandakan uang melalui investasi akan jauh lebih tinggi. 

 

2. Paham Menghitung Rasio Tabungan

Setelah menabung, milenial perlu menghitung rasio untuk menilai apakah menabung yang mereka lakukan sudah berjalan sesuai koridor. Caranya pun mudah. Yang perlu dilakukan adalah membagi jumlah tabungan tahunan dengan pendapatan yang diperoleh selama setahun.

Kemudian kalikan dengan 100%. Hasilnya berupa presentase yang menunjukkan jumlah ideal menabung yang mesti dilakukan milenial setiap bulan.

Contoh, apabila total tabungan milenial sekitar Rp 50 juta per tahun dan income tahunannya sebesar Rp 120 juta. Maka, rasio tabungannya senilai 41,6%. Berbagai sumber menyatakan, angka minimal dari rasio tabungan yang dianggap positif adalah lebih dari 10%. 

 

3. Hemat Sebanyak Mungkin

Saat ini, milenial mungkin menyadari betapa sulitnya mereka harus bekerja untuk mendapatkan uang yang sejatinya begitu mudah hilang. Selamat datang di kehidupan dewasa! Eits, jangan bersedih! Sebab masih ada beberapa kabar baik.

Jika milenial secara konsisten menabung setidaknya 20% dari penghasilan mereka ketika hari gajian tiba, uang mereka pun akan tumbuh seiring waktu. Pada akhirnya, mereka akan memperoleh tabungan yang cukup di masa pensiun mereka yang masih empat puluh tahun lagi dari sekarang.

 

4. Pahami Kekuatan Bunga Majemuk

Ketika milenial berusia 20-an, berinvestasi mungkin menjadi hal terakhir yang ada di pikiranya. Tetapi, yang gagal disadari adalah bahwa pada usia tersebut, merupakan waktu terbaik untuk berinvestasi.

Sebab, mereka dapat memanfaatkan kekuatan bunga majemuk atau compound rate. Ini merupakan bunga tambahan yang didapatkan saat menginvestasikan kembali bunga yang telah diperoleh dari suatu investasi.

Jika milenial mulai berinvestasi pada usia 20, mereka memberikan waktu investasi yang cukup (kurang lebih 40 tahun) untuk memetik manfaat dari bunga majemuk.

Tetapi, apabila milenial menunggu sampai mereka berusia 30-an atau 40-an untuk berinvestasi, otomatis bunga majemuk yang akan didapat tentu saja akan menurun secara signifikan.

Baca juga: Investasi Atau Tabungan: Perhatikan 3 Poin Berikut Untuk Menentukan

 

5. Maksimalkan Teknologi

Salah satu keuntungan milenial berinvestasi saat ini adalah diduking teknologi yang membantu mereka menabung dan berinvestasi. Tidak hanya soal informasi dan berbagai platform investasi digital, melainkan juga berbagai produk teknologi saat ini yang membantu milenial berhemat.

Misalnya saja keberadaan layanan transportasi online yang bisa dimanfaatkan untuk meminimalisir pos pengeluaran mobilitas mereka.

Ketimbang membeli kendaraan pribadi yang membutuhkan biaya besar, dengan memanfaatkan transportasi online, milenial bisa mengalokasikan dana itu untuk diparkirkan di instrumen investasi.

Semua tips tersebut dapat membantu milenial untuk mempersiapkan diri menuju investasi secara bertahap. Pada gilirannya, mereka akan membangun keberanian dan semangat berinvestasi ketika mereka sudah terbiasa melakukannya. Selamat berinvestasi!