Family Care
Pernahkah kamu mikir mengapa setiap musim flu orang disarankan untuk mendapatkan vaksin influenza? Penyakit flu sering dianggap sepele seperti batuk, pilek, dan demam. Tapi, virus flu bisa cepat menyebar dan membuat imunitas tubuh melemah.
Vaksin influenza hadir sebagai upaya untuk melindungi kamu dan orang di sekitar. Bukan cuma mencegah, vaksin ini juga penting untuk meminimalkan risiko komplikasi berat, seperti pneumonia atau infeksi paru. Terutama saat musim hujan atau sistem imun menurun, perlindungan ekstra dari vaksin bisa sangat membantu.
Baca juga: Vaksin Influenza: Jenis, Manfaat, hingga Efek Sampingnya
Vaksin influenza bekerja dengan merangsang sistem imun agar mengenali virus penyebab flu, sehingga tubuh dapat melawan infeksi dengan lebih efektif. Berikut beberapa manfaat utamanya:
Mencegah Infeksi Flu: Tubuh membentuk antibodi yang siap menghadapi virus flu, sehingga risiko terkena penyakit berkurang.
Mengurangi Gejala: Bila tetap terinfeksi, antibodi membantu meringankan gejala influenza sehingga tidak terlalu parah.
Menyesuaikan Diri dengan Varian Baru: Karena virus influenza bermutasi setiap tahun, vaksin yang diperbarui menjaga perlindungan tetap efektif terhadap varian yang beredar.
Melindungi Orang di Sekitar: Vaksinasi tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tapi juga mengurangi penyebaran virus ke orang lain.
Menurunkan Risiko Komplikasi: Perlindungan dari vaksin membantu mencegah komplikasi serius seperti pneumonia atau infeksi paru.
Meski sama-sama bertujuan untuk melindungi tubuh dari penularan virus flu sekaligus mengurangi risiko memburuknya gejala, vaksin flu memiliki beberapa jenis. Ini yang perlu kamu perhatikan, seperti disebutkan oleh CDC:
Seperti namanya, suntikan flu adalah vaksin flu yang diberikan dengan cara disuntikkan ke tubuh melalui jarum suntik. Biasanya, vaksin ini diberikan di lengan.
Ada pula vaksin flu trivalent. Jenis vaksin ini memberikan perlindungan pada tubuh terhadap tiga kelompok utama virus influenza Tipe A dan B.
Vaksin dosis tinggi (Fluzone Dosis Tinggi) mengandung empat kali jumlah antigen (bagian dari vaksin yang membantu tubuh membangun perlindungan terhadap virus influenza) dibandingkan suntikan flu biasa yang diinaktifkan untuk membantu menciptakan respons imun yang lebih kuat. Vaksin ini disetujui untuk digunakan pada orang berusia 65 tahun ke atas.
Vaksin berbasis sel (Flucelvax) ditumbuhkan dalam kultur sel mamalia, bukan dalam telur ayam. Vaksin ini sepenuhnya bebas telur dan disetujui untuk orang berusia 6 bulan ke atas.
Vaksinasi flu melalui injektor jet (Afluria) disetujui untuk digunakan pada orang berusia 18 hingga 64 tahun. Orang-orang dalam kelompok usia ini dapat menerima vaksin ini baik dengan injektor jet maupun dengan jarum suntik. Orang di bawah 18 tahun dan di atas 64 tahun hanya dapat menerima vaksin ini dengan jarum suntik.
Vaksin Influenza Hidup yang Dilemahkan [LAIV] (FluMist) diberikan sebagai semprotan hidung. Vaksin ini dibuat dengan virus influenza hidup yang dilemahkan dan disetujui untuk digunakan pada orang berusia 2 hingga 49 tahun.
Vaksin ini tidak direkomendasikan untuk wanita hamil, orang dengan gangguan kekebalan tubuh, atau orang dengan kondisi medis tertentu.
Vaksin flu adjuvan (vaksin Fluad) dibuat dengan bahan (adjuvan) yang membantu menciptakan respons imun yang lebih kuat dan dilisensikan khusus untuk orang berusia 65 tahun ke atas.
Vaksin flu rekombinan (Flublok) diproduksi menggunakan metode yang tidak memerlukan virus vaksin yang ditumbuhkan dalam telur. Vaksin ini mengandung tiga kali lipat antigen (bagian dari vaksin yang membantu tubuh membangun perlindungan terhadap virus flu) dibandingkan vaksin flu inaktif dosis standar lainnya.
Baca juga: Ini Alasan Vaksin Influenza Perlu Diulang Setiap Tahun
Seperti produk medis lainnya, vaksin influenza bisa menimbulkan beberapa efek samping, tapi kebanyakan ringan dan tidak mengganggu aktivitas. Kamu tidak perlu khawatir karena gejala ini biasanya hilang dalam hitungan hari.
Rasa sakit ringan, kemerahan, atau bengkak di area suntikan adalah reaksi yang umum terjadi dan menandakan tubuh sedang membangun antibodi. Gejala ini biasanya muncul dalam beberapa jam setelah vaksinasi dan mereda dalam 1–2 hari. Kondisi ini normal dan tidak memerlukan penanganan khusus.
Selain reaksi lokal, beberapa orang dapat merasakan demam ringan, sakit kepala, atau nyeri otot sebagai respons sistem imun terhadap vaksin. Gejala ini biasanya berlangsung singkat dan tidak membahayakan. Istirahat cukup dan minum air dapat membantu tubuh pulih lebih cepat.
Untuk vaksin semprot hidung, beberapa orang mungkin mengalami pilek, batuk, atau sakit tenggorokan setelah menerima vaksin. Sensasi sedikit berbeda pada saluran pernapasan juga bisa muncul sebagai bagian dari respons tubuh. Meskipun begitu, reaksi ini tetap tergolong ringan dan cepat menghilang.
Dalam kasus yang sangat jarang, seseorang bisa mengalami reaksi alergi berat atau kondisi neurologis tertentu seperti Guillain‑Barré Syndrome (GBS), dengan angka kejadian sekitar 1–2 kasus per satu juta dosis.
Baca juga: Sudah Vaksin Influenza Tetap Kena Flu, Kenapa?
Vaksin influenza menjadi langkah tepat untuk melindungi tubuh dari penyakit flu yang memang sangat rentan terjadi, terutama pada musim yang tidak menentu. Dengan secara berkala mendapatkan vaksin, kamu bisa memberikan perlindungan tambahan untuk diri sendiri dan orang lain yang tidak bisa mendapatkan vaksin.
Selain itu, tidak ada salahnya untuk mendapatkan perlindungan kesehatan yang lebih optimal melalui Asuransi Perlindungan Kesehatan dari Chubb Life Indonesia. Melalui produk ini, kamu bisa melindungi diri dari meningkatnya biaya kesehatan dan berbagai pengeluaran tak terduga.