Lompat ke konten utama
Kesehatan Finansial

Memilih Bunga Deposito Terbaik, Apa yang Harus Diperhatikan?

12/2025
Bunga Deposito


Bunga deposito sering menjadi pertimbangan utama bagi banyak orang saat memilih tempat menyimpan dana yang paling menguntungkan. 

Namun, hanya melihat besar bunga yang ditawarkan saja tak cukup, Anda juga perlu memahami cara kerja, faktor yang memengaruhinya, hingga bagaimana cara menghitung keuntungannya. 

Melalui artikel ini, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas untuk menentukan mana opsi yang terbaik. Simak, ya!
 

Apa Itu Bunga Deposito?

Seperti yang Anda tahu, deposito merupakan produk simpanan berjangka yang tidak bisa ditarik sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo. Sebagai kompensasinya, bank memberikan bunga deposito sebagai imbal hasil yang besarannya telah ditetapkan sejak awal.

Mengutip World Bank, bunga deposito adalah suku bunga yang dibayarkan bank atau lembaga keuangan untuk simpanan deposito dan dinyatakan dalam persentase.

Investopedia menegaskan bahwa semakin tinggi suku bunganya dan semakin besar dana yang disimpan, semakin besar pula return yang diperoleh. Namun, perlu Anda ketahui, tingkat bunga deposito bisa berubah mengikuti kondisi pasar. 

Di Indonesia, bunga deposito umumnya lebih rendah dari suku bunga acuan Bank Indonesia, tetapi tetap lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan biasa.

Baca Juga: 5 Produk Investasi Demi Masa Pensiun yang Sejahtera
 

Faktor–faktor yang Memengaruhi Bunga Deposito

Tingkat suku bunga deposito tidak ditentukan secara sembarangan. Ada sejumlah variabel ekonomi yang memengaruhi besar kecilnya bunga yang ditawarkan bank kepada nasabah. Beberapa faktor utama tersebut antara lain adalah sebagai berikut.
 

1. Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Ketika inflasi tinggi, bank cenderung menaikkan suku bunga deposito agar nilai riil dana nasabah tidak tergerus. 

Langkah ini juga dilakukan untuk menjaga penawaran bank tetap menarik bagi nasabah. Misalnya, jika inflasi mencapai 5%, bunga deposito idealnya berada di atas angka tersebut agar nilai uang tetap terjaga.
 

2. Suku Bunga BI

BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia. Pergerakannya menjadi rujukan bagi bank dalam menentukan suku bunga kredit dan simpanan, termasuk deposito. 

Ketika BI Rate naik, suku bunga deposito biasanya ikut meningkat. Sebaliknya jika BI Rate turun, bunga deposito pun akan menurun.
 

3. Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi nasional juga berpengaruh besar. Saat ekonomi tumbuh kuat, permintaan kredit biasanya meningkat sehingga bank membutuhkan dana lebih banyak. 

Hal ini mendorong mereka menawarkan bunga deposito yang lebih tinggi. Namun ketika ekonomi melemah, bunga simpanan dapat turun untuk memperlancar perputaran uang di pasar dan mendorong konsumsi.
 

4. Kebutuhan Likuiditas Bank

Setiap bank memiliki target dan kebutuhan likuiditas tertentu agar operasional berjalan lancar. Ketika bank memerlukan dana tambahan, mereka dapat menawarkan bunga deposito yang lebih tinggi untuk menarik lebih banyak dana masyarakat. 

Sebaliknya, jika likuiditas sedang sangat baik, bunga deposito bisa dibuat lebih rendah. Faktor internal ini menjelaskan mengapa bunga antarbank bisa berbeda meski kondisi ekonomi sama.
 

5. Persaingan Antar Bank dan Strategi Produk

Persaingan industri perbankan juga turut memengaruhi penetapan bunga deposito. Bank yang ingin menarik nasabah baru atau memperkuat basis dana pihak ketiga (DPK) bisa menawarkan bunga lebih agresif. 

Selain itu, strategi pemasaran tiap bank berbeda—ada yang fokus pada volume dana, ada pula yang menekankan stabilitas sehingga bunga yang diberikan pun bervariasi. Inilah alasan Anda perlu membandingkan beberapa bank sebelum memilih.

Baca Juga: Manfaat Deposito dan Strategi untuk Keuntungan Maksimal
 

Cara Menghitung Bunga Deposito

Secara umum, ada dua cara yang bisa Anda gunakan untuk menghitung bunga deposito, yaitu berdasarkan total investasi dana setelah jatuh tempo atau estimasi bunga per bulan. Berikut ilustrasi dan formulanya.
 

1. Berdasarkan Total Investasi Setelah Jatuh Tempo

Rumus ini digunakan untuk mengetahui total nilai deposito yang Anda terima setelah masa tenor berakhir. Perhatikan rumus-rumus yang digunakan:

  • Total Investasi = Setoran Pokok + (Keuntungan Bunga Deposito - Pajak Bunga Deposito)

  • Keuntungan Bunga Deposito = Setoran Pokok × Suku Bunga × Jangka Waktu (hari) / Jumlah Hari dalam Setahun

  • Pajak Bunga Deposito = Keuntungan × Persentase Pajak yang Dikenakan

Contoh Perhitungan:

Seorang nasabah menempatkan dana Rp20.000.000 dalam deposito berjangka 3 bulan (90 hari) dengan bunga 5% per tahun dan pajak 20%. Maka, total deposito yang diterima setelah jatuh tempo adalah…

  • Hitung Keuntungan Bunga Deposito 

= (Rp20.000.000 × 5% × 90) / 365

= Rp246.575

  • Hitung Pajak Bunga Deposito

= Rp246.575 × 20%

= Rp49.315

  • Hitung Total Investasi Setelah Jatuh Tempo

= Rp20.000.000 + (Rp246.575 – Rp49.315)

= Rp20.000.000 + Rp197.260

= Rp20.197.260

Jadi, setelah 3 bulan, nilai deposito nasabah tersebut menjadi Rp20.197.260.
 

2. Berdasarkan Bunga Bersih per Bulan

Bagi Anda yang ingin mengetahui estimasi keuntungan bersih yang diterima setiap bulan, gunakan rumus berikut:

Bunga Bersih per Bulan = (Suku Bunga × Setoran Pokok × 30 Hari × (100% - Pajak yang Dikenakan) / Jumlah Hari dalam Setahun

Contoh Perhitungan:

Seorang nasabah membuka deposito sebesar Rp15.000.000 dengan bunga 6% per tahun dan pajak bunga yang dikenakan adalah 20%. Maka, bunga bersih yang diterima per bulan adalah…

  • Bunga Bersih per Bulan

= (6% × Rp15.000.000 × 30 × (100% - 20%) / 365

= (6% × Rp15.000.000 × 30 × 80%) / 365

= Rp59.178

Jadi, bunga bersih yang diterima nasabah tersebut setiap bulan adalah Rp59.178.

Baca Juga: Simulasi Bunga Deposito: Cara Hitung dan Bank Pilihan
 

Rekomendasi Bank yang Menawarkan Bunga Deposito Menarik

Jika Anda berencana membuka deposito, tiga bank berikut bisa menjadi pertimbangan berdasarkan fleksibilitas, kenyamanan layanan, hingga pilihan skemanya.
 

1. Bank Muamalat – Deposito iB Hijrah

Deposito iB Hijrah adalah produk deposito syariah dengan akad Mudharabah Mutlaqah yang tersedia dalam mata uang Rupiah dan USD. Dengan minimal setoran Rp5 juta atau USD 1.000, deposito ini menawarkan pilihan tenor 1–12 bulan yang fleksibel, serta opsi ARO, ARO Kapitalisasi, maupun non-ARO. 

Bagi hasil dibayarkan setiap bulan mengikuti nisbah yang ditetapkan bank, sementara pajaknya 20% sesuai regulasi.
 

2. Bank BJB – bjb Deposito

bjb Deposito menawarkan suku bunga kompetitif dengan pilihan tenor yang sangat beragam, mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Produk ini memberikan fleksibilitas tinggi melalui fitur ARO dan kebebasan menentukan apakah bunga akan dikapitalisasi atau ditransfer ke rekening tabungan/giro. 

Selain itu, dukungan layanan Weekend Banking dan call center 24 jam membuat transaksi dan akses informasi semakin praktis.
 

3. BCA – e-Deposito

e-Deposito BCA menawarkan pengalaman investasi berjangka yang sepenuhnya digital tanpa perlu datang ke kantor cabang. Produk ini tidak menggunakan bilyet sehingga lebih aman dan praktis, dengan bunga yang otomatis ditransfer ke rekening sumber dana tanpa biaya transfer. 

Setoran minimal mulai dari Rp1.000.000, dengan pilihan tenor fleksibel 1, 3, 6, hingga 12 bulan. Bunga e-Deposito akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Mengetahui tentang bunga deposito dan cara menghitungnya akan membantu Anda mengelola simpanan dengan lebih bijak serta memaksimalkan keuntungan. 

Namun, risiko tak terduga bisa saja muncul, misalnya kebutuhan dana mendadak atau situasi darurat yang tidak direncanakan. Untuk itu, lindungi ketahanan finansial Anda dan keluarga dengan Credit Life Insurance dari Chubb Life Indonesia sehingga Anda tetap tenang meski menghadapi kondisi serba tak pasti.

 

 

related product