Family Care Optima
Menabung bersama pasangan seharusnya membantu kalian lebih dekat dengan tujuan finansial. Namun, dalam praktiknya, tabungan bersama juga bisa memunculkan masalah baru.
Salah satu pihak mungkin merasa sudah menyetor lebih banyak, sementara pasangannya dianggap kurang konsisten. Di sisi lain, perubahan saldo atau penggunaan dana yang tidak dibicarakan dapat menimbulkan kecurigaan.
Jika dibiarkan, masalah yang awalnya hanya berkaitan dengan uang dapat berkembang menjadi persoalan kepercayaan dalam hubungan.
Lantas, bagaimana cara mengelola tabungan bersama agar tidak membuat hubungan semakin renggang?
Tabungan bersama memberikan akses kepada dua pihak untuk menyimpan, memantau, dan dalam kondisi tertentu menggunakan dana di dalam rekening.
Kemudahan tersebut dapat membantu pasangan mencapai target lebih cepat. Namun, akses yang sama juga dapat menjadi sumber konflik jika tidak disertai aturan dan komunikasi yang jelas.
Masalah biasanya mulai muncul ketika salah satu pasangan merasa tidak mengetahui ke mana uang digunakan, berapa kontribusi masing-masing, atau apakah tujuan awal masih menjadi prioritas bersama.
Menurut Investopedia, rekening bersama (joint account) pada dasarnya menuntut tingkat transparansi dan kepercayaan yang tinggi karena kedua pihak memiliki akses penuh terhadap dana yang sama. Jadi, potensi konflik dapat muncul jika tidak ada kesepakatan yang jelas sejak awal.
Baca Juga: Masih Bisa Menabung Meski Keuangan Lagi Sulit, Begini Caranya
Ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan ketika tabungan bersama mulai memengaruhi hubungan, berikut di antaranya:
Memantau saldo sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun, jika setiap perubahan saldo selalu memicu pertengkaran atau kecurigaan, berarti ada masalah komunikasi yang perlu diselesaikan.
Konflik bisa muncul ketika salah satu pihak merasa menyetor lebih banyak, sedangkan pasangannya tidak memberikan kontribusi yang sebanding. Masalah ini semakin besar jika jumlah setoran tidak pernah dibicarakan secara terbuka.
Penggunaan dana tanpa sepengetahuan pasangan dapat merusak kepercayaan, meskipun uang tersebut digunakan untuk kebutuhan yang dianggap penting. Dalam tabungan bersama, keterbukaan sering kali sama pentingnya dengan jumlah uang yang disimpan.
Dana yang awalnya dipersiapkan untuk pernikahan mungkin ingin digunakan salah satu pihak untuk membeli kendaraan atau membantu keluarga.
Perubahan tujuan tanpa kesepakatan dapat membuat pasangan merasa keputusan finansial tidak lagi dibuat bersama.
Jika setiap pembahasan mengenai setoran, pengeluaran, atau target selalu menimbulkan pertengkaran, pengelolaan tabungan bersama perlu dievaluasi.
Setoran yang adil tidak selalu berarti jumlahnya harus sama.
Jika pendapatan masing-masing berbeda, kontribusi dapat ditentukan berdasarkan kemampuan finansial. Misalnya, menggunakan persentase tertentu dari penghasilan atau membagi setoran sesuai kondisi keuangan masing-masing.
Hal terpenting adalah kedua pihak memahami dan menyetujui pembagian tersebut. Tanpa kesepakatan yang jelas, salah satu pasangan dapat merasa terbebani, sedangkan pihak lainnya dianggap tidak serius dalam mencapai tujuan bersama.
Jangan sampai hubungan yang sudah diperjuangkan harus kandas karena rasa saling curiga dalam masalah tabungan. Inilah beberapa cara mengembalikan kepercayaan agar tujuan finansial bersama dapat diraih:
Hindari langsung menuduh pasangan tidak jujur atau tidak bertanggung jawab. Sampaikan kekhawatiran berdasarkan kondisi yang terjadi, misalnya perubahan saldo, setoran yang terlewat, atau penggunaan dana yang tidak dibicarakan.
Meninjau transaksi secara berkala dapat membantu memastikan bahwa seluruh penggunaan dana sesuai dengan kesepakatan. Langkah ini bukan untuk saling mengawasi secara berlebihan, tetapi untuk menjaga transparansi.
Kondisi dan prioritas dapat berubah. Karena itu, pastikan tujuan tabungan masih relevan bagi kalian berdua.
Tentukan kembali jumlah target, jangka waktu, dan kebutuhan apa saja yang boleh menggunakan dana tersebut.
Buat aturan mengenai jumlah dana yang boleh digunakan tanpa persetujuan pasangan. Untuk transaksi dengan nominal lebih besar, keputusan sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu.
Jika salah satu pihak mengalami perubahan pendapatan atau kondisi keuangan, nominal setoran dapat disesuaikan.
Memaksakan kontribusi yang sama saat kemampuan berbeda justru dapat menimbulkan tekanan dan konflik.
Gunakan tabungan bersama hanya untuk tujuan yang telah disepakati. Sementara itu, kebutuhan pribadi sebaiknya tetap menggunakan rekening masing-masing agar tidak mengganggu target bersama.
Baca Juga: 9 Alasan Orang Tua Harus Memiliki Tabungan Anak untuk Pendidikan Sejak Dini
Evaluasi dapat dilakukan setiap tiga atau enam bulan. Namun, evaluasi juga perlu dilakukan lebih cepat jika terjadi beberapa kondisi berikut:
Salah satu pihak kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan
Salah satu pasangan tidak lagi mampu menyetor secara rutin
Tujuan finansial berubah
Dana sering digunakan di luar kesepakatan
Hubungan sedang menghadapi masalah kepercayaan
Salah satu pihak merasa tidak nyaman dengan sistem yang berlaku
Evaluasi bukan berarti tabungan bersama harus dihentikan. Kalian dapat mengubah aturan, menyesuaikan kontribusi, atau memilih sistem menabung lain yang terasa lebih aman.
Jika akses penuh terhadap satu rekening terasa terlalu berisiko, kalian tetap dapat menabung untuk tujuan bersama melalui rekening pribadi.
Masing-masing dapat menyimpan dana secara terpisah dan melaporkan perkembangannya secara berkala. Pilihan lainnya adalah menggunakan satu rekening khusus yang hanya dipakai untuk menerima setoran dan tidak digunakan untuk transaksi sehari-hari.
Pilih sistem yang paling sesuai dengan tingkat komitmen, kenyamanan, dan kebiasaan finansial kalian.
Menabung bersama pasangan menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan berbagai tujuan finansial. Namun, selain menggunakan tabungan biasa, kamu dan pasangan juga dapat mempertimbangkan produk keuangan yang membantu membangun dana masa depan sekaligus memberikan perlindungan jiwa.
Salah satu pilihannya adalah My Wealth Protection dari Chubb Life Indonesia. Produk ini merupakan Asuransi Dwiguna Kombinasi yang menggabungkan manfaat perlindungan jiwa dengan Manfaat Dana Tahapan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti pendidikan anak, perjalanan, persiapan pensiun, dana cadangan, maupun rencana masa depan lainnya.
Dengan begitu, perencanaan keuangan bersama tidak hanya berfokus pada mengumpulkan tabungan, tetapi juga membantu mempersiapkan dana untuk berbagai tujuan jangka panjang sekaligus memberikan perlindungan apabila terjadi risiko yang tidak diharapkan.