Lompat ke konten utama
Kesehatan Fisik

Dampak Terlalu Sering di Ruangan ber-AC Terhadap Kesehatan

03/2023
Dampak Negatif AC

Alat pendingin ruangan atau air conditioning (AC) kini sudah menjadi kebutuhan dasar di rumah maupun kantor. Apalagi di negara-negera tropis, AC bisa digunakan seharian dan tanpa mengenal musim. Kehadiran AC dapat membantu menyejukkan ruangan sehingga membuat orang lebih nyaman menjalankan aktivitasnya.

Namun, kesejukan dari AC punya dampak buruk bagi tubuh manusia berupa munculnya penyakit. Dampak itu timbul jika terlalu sering berada dalam ruangan ber-AC. Berikut sejumlah dampak AC terhadap kesehatan.

 

1. Kulit Kering

Paparan udara dari AC dapat menghilangkan kelembapan kulit. Lapisan epidermis kulit lama-kelamaan akan mengelupas. Hilangnya kelembapan itu mengakibatkan kulit menjadi kering dan pecah-pecah. Dalam jangka panjang, keriput atau kerutan akan muncul.

Untuk menghindari dampak itu, ada cara mudah yang bisa dilakukan. Anda cukup mengoleskan pelembab, khusunya di bagian tubuh yang tepapar langsung AC atau tidak tertutup oleh pakaian. Dengan cara itu, kesehatan kulit tetap bisa terjaga selama berada di ruangan ber-AC.

 

2. Sakit Kepala dan Kelelahan

Orang yang terlalu lama berada di ruangan ber-AC akan lebih mudah kelelahan dibandingkan yang beraktivitas di ruang terbuka. Alasannya karena di dalam ruangan, pasokan oksigen tidak sebanyak di area out door.

Efek yang kerap muncul berbarengan dengan kelelahan adalah sakit kepala. Kedua gejala tersebut lebih mudah menyerang manusia dengan kondisi metabolisme yang lamah, seperti pada lansia atau memang sedang sakit. Jika mengalami kondisi ini, Anda bisa keluar sejenak dari ruangan ber-AC dan perbanyak konsumsi air putih.

 

3. Inspeksi Saluran Pernapasan

Udara yang dihasilkan AC tidak melalui mekanisme alami seperti fotosintesis, melainkan dengan siklus refrigerasi maupun penguapan. Karena itu, udara buatan pada AC yang terus menerus masuk ke paru-paru manusia dapat menimbulkan penyakit inspeksi saluran pernapasan.

Selain itu, inspeksi saluran pernapasan juga muncul karena selaput lendir pada hidung mengering akibat paparan AC. Kondisi tersebut membuat fungsi hidung untuk menyaring bakteri agar tidak masuk ke tubuh, menjadi menurun. Gangguan pada pernapasan akibat AC ini juga bisa menimbulkan komplikasi seperti batuk dan flu.

 

Baca juga: Dampak Terlalu Sering di Ruangan ber-AC Terhadap Kesehatan

 

4. Mata Kering

Menurunnya kelembapan dalam ruangan ber-AC bukan hanya membuat kulit kering, tapi juga pada mata. Terlalu lama berada di ruangan AC dapat meningkatkan risiko peradangan kelopak dan selaput mata, atau lebih dikenal dengan blefaritis dan konjungtivitis.

Risiko itu semakin tinggi jika mata Anda instens terpapar cahaya dari komputer saat berada dalam ruangan ber-AC. Jika mata sudah merasa kering, Anda bisa mengggunakan cairan tetes mata untuk mengatasinya. Namun perlu diingat, penggunaan tetes mata juga tak boleh berlebihan.

 

5. Gangguan Pada Otot Leher

Dampak lain yang timbul akibat terlalu lama di ruangan ber-AC adalah gangguan pada otot leher atau dikenal dengan tortikolis. Penderita penyakit ini akan merasakan nyeri saat menolehkan kepala ke kiri atau kanan. Kondisi tersebut tentu bakal mengganggu aktivitas harian.

AC dapat memicu tortikolis karena udara dingin yang dihasilkannya mampu menyerang saraf. Efek dingin tersebut bisa membuat saraf tegang atau membengkak. Kondisi ini biasa dialami orang yang berjam-jam tidur di kamar ber-AC. Nyeri akan dirasakan saat bangun tidur.

Demikianlah sejumlah dampak penggunaan AC secara berlebihan terhadap kesehatan. Sejumlah dampak memang bisa diatasi dengan mudah. Namun jika terus diabaikan, bukan tidak mungkin gejala yang timbul dari pemakaian AC berujung pada fatalitas.

Maka dari itu, Anda perlu bijak dalam menggunakan AC. Jika tidak dibutuhkan, jangan nyalakan AC dalam ruangan kantor maupun rumah. Anda juga sesekali harus keluar ruangan ber-AC guna menghirup udara langsung dari luar sehingga menurunkan risiko terkena penyakit.

 

 

 

 

 

related product