Family Care
Jepang selalu punya tempat spesial di hati para traveler Indonesia. Mulai dari keindahan bunga sakura, kuliner yang menggoda, sampai sistem transportasinya yang canggih, semuanya jadi magnet tersendiri. Tapi di balik semua pesonanya, muncul satu pertanyaan penting, berapa sih biaya liburan ke Jepang yang harus disiapkan kalau mau solo traveling?
Di artikel ini, Chubb Life akan membahas rincian estimasi biaya dan tips efektif menyiapkan dananya. Simak sampai selesai!
Buat Anda yang ingin solo traveling ke Jepang dengan gaya perjalanan nyaman tapi tetap budget wise, pelajari estimasi biaya liburan berikut ini untuk memperkirakan berapa dana yang harus Anda siapkan biar tak terkejut melihat tagihan di akhir perjalanan nanti.
Sebelum mulai menghitung tiket atau itinerary, pastikan Anda sudah memiliki paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan sebelum keberangkatan. Bila belum, Anda bisa membuatnya di kantor Imigrasi terdekat.
Biaya pembuatan paspor biasa sekitar Rp350.000, sementara e-paspor sekitar Rp650.000. Nah, untuk perjalanan ke Jepang, e-paspor lebih disarankan karena memperbesar peluang bebas visa Jepang lewat sistem waiver. Pengajuannya bisa dilakukan secara online lewat aplikasi M-Paspor untuk mempersingkat antrean.
Mengintip laman Traveloka, harga tiket pesawat ekonomi Jakarta–Tokyo berada di kisaran ¥40.000–¥50.000 (sekitar Rp5,2–6,5 juta) untuk sekali jalan, tergantung maskapai dan waktu pemesanan. Jadi untuk perjalanan pulang-pergi, Anda harus menyiapkan biaya sekitar Rp10,4-13 juta).
Anda bisa mendapatkan harga terbaik jika memesan 2–3 bulan sebelumnya. Ada pun pilihan maskapai yang bisa dipilih antara lain ANA, Japan Airlines, atau Garuda Indonesia. Hindari high season kalau mau lebih hemat.
Hotel yang nyaman untuk solo traveler biasanya berada di kisaran ¥10.000–¥15.000 per malam (sekitar Rp1,3–1,95 juta). Untuk 7 malam, siapkan sekitar ¥70.000–¥105.000 (sekitar Rp9,1–13,6 juta).
Pilih hotel dekat stasiun untuk menghemat transportasi. Kawasan strategis dan ekonomis, seperti Ueno, Shin-Okubo, dan Ikebukuro disarankan. Anda bisa menemukan pilihan terbaik lewas situs booking penginapan populer.
Kalau Anda berencana lintas kota (misalnya Tokyo–Osaka), JR Pass 7 hari seharga ¥29.650 (sekitar Rp3,8 juta) sangat berguna. Kalau hanya keliling Tokyo, cukup gunakan kartu IC seperti Suica/Pasmo dengan budget harian ¥1.000–¥1.500 (Rp130.000–Rp195.000).
Kalau dihitung-hitung, total biaya transportasi lokal selama seminggu sekitar ¥35.000–¥45.000 (sekitar Rp4,5–5,8 juta). Tapi biaya ini bisa bervariasi tergantung itinerary dan pilihan moda transportasinya.
Baca Juga: 6 Tips Mempersiapkan Liburan Akhir Tahun yang Seru
Biaya makan rata-rata per hari berkisar di ¥3.000–¥5.000 (Rp390.000–Rp650.000) tergantung gaya makan. Untuk 7 hari, siapkan setidaknya ¥21.000–¥35.000 (Rp2,7–4,5 juta).
Tenang saja, banyak pilihan makanan enak dan terjangkau seperti bento, gyudon, ramen, atau sushi lokal.
Tempat wisata seperti kuil atau taman dalam kota umumnya murah bahkan gratis. Namun atraksi berbayar seperti Tokyo Skytree, onsen, atau museum bisa dikenai biaya ¥1.000–¥3.000 (Rp130.000–Rp390.000) per tempat.
Total biaya wisata selama 7 hari sekitar ¥8.000–¥15.000 (Rp1–2 juta). Cek situs resmi untuk mendapatkan diskon atau tiket terusan.
Anggaran oleh-oleh seperti snack, kosmetik Jepang, dan suvenir bisa disiapkan sekitar ¥10.000–¥20.000 (Rp1,3–2,6 juta). Banyak toko 100 yen atau Don Quijote yang menawarkan barang unik dengan harga terjangkau.
Tapi kalau Anda ingin belanja fashion atau elektronik, siapkan dana lebih. Belanja bisa jadi pos pengeluaran paling fleksibel.
Akses internet selama di Jepang sangat penting untuk memudahkan navigasi dan komunikasi. Anda bisa memilih antara kartu SIM lokal (data-only) seharga sekitar ¥2.500–¥4.000 (sekitar Rp325.000–520.000) untuk pemakaian 7 hari, atau menyewa pocket Wi-Fi harian sekitar ¥500–¥1.000 per hari (sekitar Rp65.000–130.000).
Pocket Wi-Fi cocok jika Anda membawa lebih dari satu perangkat atau ingin berbagi koneksi. Saran: pesan SIM card atau modem Wi-Fi sebelum keberangkatan agar bisa langsung digunakan di bandara.
Baca Juga: Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025, Rencanakan Liburan dari Sekarang
Komponen |
Estimasi Biaya |
Estimasi Rupiah |
Tiket Pesawat |
¥40.000–¥50.000 |
Rp5,2–6,5 juta |
Hotel (7 malam) |
¥70.000–¥105.000 |
Rp9,1–13,6 juta |
Transportasi Lokal |
¥35.000–¥45.000 |
Rp4,5–5,8 juta |
Makan & Minum |
¥21.000–¥35.000 |
Rp2,7–4,5 juta |
Wisata & Aktivitas |
¥8.000–¥15.000 |
Rp1–2 juta |
Belanja & Oleh-oleh |
¥10.000–¥20.000 |
Rp1,3–2,6 juta |
Asuransi Perjalanan |
¥1.000–¥2.800 |
Rp130–360 ribu |
Total Estimasi |
¥185.000–¥272.800 |
Rp24–36 juta |
Mewujudkan impian liburan ke Jepang memang butuh perencanaan keuangan yang matang. Dengan disiplin dan strategi yang tepat, Anda bisa mengumpulkan dana liburan tanpa harus mengorbankan kebutuhan sehari-hari.
Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda menyiapkan biaya liburan dengan lebih efisien dan realistis:
Tentukan berapa total dana yang dibutuhkan, lalu bagi menjadi target bulanan sesuai jangka waktu keberangkatan. Misalnya, jika butuh Rp25 juta dalam 10 bulan, berarti Anda perlu menabung sekitar Rp2,5 juta per bulan.
Dengan angka konkret, Anda bisa lebih mudah memantau progres dan termotivasi untuk konsisten.
Pisahkan tabungan liburan dari rekening utama agar dana tidak terpakai untuk kebutuhan lain. Anda bisa menggunakan fitur autodebet dari bank untuk langsung menyisihkan dana setelah gajian. Ini membantu menciptakan sistem menabung yang lebih otomatis dan minim godaan.
Evaluasi pengeluaran harian atau mingguan Anda, lalu cari pos mana yang bisa dikurangi atau dihilangkan sementara. Misalnya, mengurangi jajan kopi, langganan streaming, atau belanja impulsif. Dana hasil penghematan ini bisa langsung dialihkan ke rekening tabungan liburan.
Harga tiket pesawat dan hotel cenderung lebih murah jika dipesan jauh-jauh hari. Ikuti akun travel agent, maskapai, dan situs booking untuk mendapatkan info promo. Dengan strategi early booking, Anda bisa menghemat jutaan rupiah dari anggaran utama.
Baca Juga: Seru! 7 Ide Liburan Akhir Tahun Bersama Anak-Anak
Merencanakan liburan ke Jepang memang seru, tapi jangan lupa bahwa hal-hal tak terduga bisa datang kapan saja, bahkan saat Anda sedang menikmati momen terbaik. Cedera ringan saat eksplorasi, kecelakaan kecil, atau insiden tak terduga lainnya bisa jadi beban finansial jika tidak dipersiapkan.
Untuk itu, lengkapi rencana liburan Anda dengan perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri dari Chubb Life. Produk ini memberikan perlindungan finansial terhadap risiko kecelakaan yang bisa terjadi sebelum atau selama perjalanan, termasuk biaya pengobatan dan santunan.
Dengan perlindungan dari Chubb Life, Anda bisa lebih tenang menjelajah Jepang tanpa khawatir anggaran liburan habis karena hal yang tidak direncanakan.