skip to main content
Pintu keluar darurat

Dari SARS, H1N1 hingga Ebola dan wabah virus korona (COVID-19) yang tengah terjadi saat ini, pandemi dan situasi darurat kesehatan lainnya telah menjadi isu sentral bagi masyarakat luas. Dampak perorangan dan sosial dari wabah penyakit seperti ini dapat dengan mudah terlihat, tapi bagaimana dengan dampaknya terhadap bisnis dan karyawan Anda?

Panduan ini bertujuan untuk membantu Anda memahami isu-isu utama terkait keadaan darurat kesehatan, serta cara melindungi bisnis Anda.

Apa yang dimaksud dengan Wabah/Epidemi/Pandemi?

Istilah wabah, epidemi, dan pandemi sering digunakan secara bergantian. Walaupun satu sama lain berkaitan, ada perbedaan penting antara definisi ketiganya.i

  • Epidemi – Peningkatan jumlah kasus penyakit, sering kali secara mendadak, hingga melampaui jumlah yang biasanya diperkirakan bagi populasi suatu wilayah.
  • Wabah – Definisinya sama dengan epidemi, tapi dipakai untuk wilayah geografis yang lebih terbatas.
  • Pandemi – Epidemi yang sudah menyebar ke beberapa negara atau benua, dan biasanya memengaruhi sejumlah besar orang.

Istilah “keadaan darurat kesehatan” mencakup ketiga definisi tersebut.

Bagaimana Anda Dapat Lebih Melindungi Bisnis Anda?

Selama pandemi atau keadaan darurat kesehatan berskala luas lainnya, fungsi bisnis dapat terganggu oleh berbagai faktor, seperti meningkatnya ketidakhadiran karyawan, terhambatnya rantai suplai, dan menurunnya permintaan pelanggan. Jika salah satu faktor ini merupakan risiko bagi bisnis Anda, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi dampaknya, seperti membuat rencana darurat kesehatan.

1. Kesehatan karyawan

Seiring merebaknya wabah penyakit virus korona di Republik Raykat Tiongkok, sosialisasi informasi yang akurat tentang cara melindungi diri dari infeksi menjadi semakin penting untuk dilakukan sektor bisnis kepada karyawannya, terutama bagi mereka yang memiliki kemungkinan tertular dari individu berisiko tinggi, baik di rumah maupun di tempat kerja.

2. Bekerja jarak jauh

Selama berlangsungnya wabah penyakit berskala luas, tingkat ketidakhadiran karyawan biasanya akan melonjak. Pertimbangkan apakah bisnis Anda bisa terus beroperasi secara efektif dengan dukungan 50–60% tenaga kerja Anda, dan apakah bekerja dari rumah merupakan pilihan yang memungkinkan bagi karyawan Anda.

3. Terhambatnya rantai suplai

Berkurangnya jumlah tenaga kerja serta potensi pemberlakuan pembatasan perjalanan, khususnya perjalanan antarnegara, dapat secara signifikan memengaruhi rantai suplai bisnis Anda. Sebagian besar bisnis beroperasi dengan menerapkan sistem “just in time” dalam hal pembelian bahan mentah atau komponen-komponen yang diperlukan. Tanpa jadwal pengiriman rutin untuk bahan-bahan tersebut, sampai berapa lama bisnis Anda mampu memproduksi dan menyediakan barang? Begitu juga jika layanan pengiriman terganggu oleh tingginya tingkat ketidakhadiran, bagaimana Anda akan menyalurkan barang ke masyarakat?

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa, menjangkau klien bisa menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Mengembangkan kemampuan untuk menjangkau pelanggan dari jarak jauh (misalnya melalui telekonferensi) adalah sesuatu yang dapat Anda rencanakan saat ini.

4. Pola perniagaan

Dalam keadaan darurat kesehatan global, orang-orang akan berusaha mengurangi kontak fisik. Industri-industri tertentu, seperti hiburan dan pariwisata, dapat terkena dampak yang luar biasa besar dari situasi buruk ini.

Perubahan juga dapat ditemukan pada kebiasaan belanja konsumen, yang kini lebih mengandalkan e-commerce dan layanan pesan antar ke rumah. Pertimbangkan infrastruktur tambahan yang bisa direncanakan atau diterapkan untuk menyediakan layanan seperti itu.

Perencanaan Keberlangsungan Bisnis

Perencanaan keberlangsungan bisnis umumnya dibuat untuk mengatasi bencana-bencana di dalam negeri seperti badai, banjir, kebakaran, tumpahan bahan kimia, dll. Namun, kesiapan menghadapi peristiwa seperti wabah virus dan penyakit yang serius juga sama pentingnya.

Membuat rencana untuk situasi darurat kesehatan serupa dengan perencanaan keberlangsungan bisnis pada umumnya dan bahkan dapat mencakup bagian dari proses yang sama.

Dalam menyusun rencana keberlangsungan bisnis dan/atau darurat kesehatan, dukungan dari manajemen tingkat atas dan penunjukan penanggung jawab proses amatlah penting. Rencana tersebut harus meliputi rencana tanggap darurat serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pemulihan bisnis.

Tim Sumber Daya Manusia (SDM) Anda juga harus terlibat secara langsung dalam perencanaan tanggap darurat kesehatan. Melalui kerja sama dengan tim SDM, perusahaan perlu mempertimbangkan alternatif model kerja yang dapat diterapkan, mulai dari bekerja jarak jauh hingga protokol khusus untuk menjaga kebersihan di area kantor.

Ingatlah bahwa, walaupun ada banyak faktor yang di luar kendali Anda, penerapan rencana tanggap darurat kesehatan dapat menjadi penentu keselamatan karyawan dan memastikan bisnis Anda bisa bertahan.

Sumber Informasi Bermanfaat

Langkah awal yang layak untuk dilakukan adalah memantau situs web World Health Organization (WHO) secara rutin. WHO adalah badan Persatuan Bangsa-Bangsa yang bertindak sebagai koordinator dan pemberi arahan terkait isu kesehatan.

iPusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Pengantar Epidemiologi.

Tertarik dengan polis asuransi Chubb ini?

Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut? Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana kami dapat membantu Anda terlindungi dari potensi risiko yang dihadapi