Asuransi, Perencanaan Keuangan, Perjanjian Finansial Pranikah Tahukah Anda, Pentingnya Perjanjian Finansial Pranikah

Untuk pengalaman situs yang optimal, sebaiknya gunakan browser yang berbeda.
Menggunakan Internet Explorer dapat mencegah Anda mengakses Chubb.com, dan beberapa fitur situs mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

X
Lompat ke konten utama

Ketika mempersiapkan sebuah pernikahan, bukan hanya perihal pesta di hari-H saja yang perlu Anda pikirkan, melainkan juga kehidupan setelah pernikahan itu sendiri. Maka sangat penting adanya perjanjian pranikah, terlebih untuk urusan finansial. Namun sayangnya, di Indonesia sendiri belum terlalu banyak orang yang melakukan hal ini.

Padahal dari apa saja yang diatur dalam perjanjian pernikahan, itu akan membantu setiap pasangan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Cari tahu lebih lanjut yuk mengenai perjanjian pranikah di bawah ini.

Elder Couple

Ketika mempersiapkan sebuah pernikahan, bukan hanya perihal pesta di hari-H saja yang perlu Anda pikirkan, melainkan juga kehidupan setelah pernikahan itu sendiri. Maka sangat penting adanya perjanjian pranikah, terlebih untuk urusan finansial. Namun sayangnya, di Indonesia sendiri belum terlalu banyak orang yang melakukan hal ini.

Padahal dari apa saja yang diatur dalam perjanjian pernikahan, itu akan membantu setiap pasangan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Cari tahu lebih lanjut yuk mengenai perjanjian pranikah di bawah ini.

Di Indonesia, perjanjian pranikah ini sudah tercantum dalam Pasal 29 ayat 1 UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang menyatakan:

"Pada waktu atau sebelum perkawinan dilangsungkan, kedua belah pihak atas persetujuan bersama dapat mengajukan perjanjian tertulis yang disahkan oleh pegawai Pencatat perkawinan setelah mana isinya berlaku juga terhadap pihak ketiga tersangkut.”

Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menjelaskan bahwa ada empat syarat sahnya sebuah perjanjian, yaitu:

  1. Kesepakatan para pihak;
  2. Kecakapan;
  3. Suatu hal tertentu; dan
  4. Kausal yang diperbolehkan, dalam arti suatu hal dianggap halal untuk diperjanjikan.

Maka dari itu, sebelum membuat perjanjian pranikah, perjanjian tersebut harus memenuhi ke-4 syarat tersebut.

Karena informasi yang tercantum dalam perjanjian pranikah sifatnya penting, maka dalam prosesnya, Anda tidak boleh membuat secara sembarangan. Berikut langkah-langkah membuat perjanjian pranikah :

  1. Buat apa saja daftar keinginan bersama
  2. Jika masih bingung dan ragu, bawa ke konsultan hukum
  3. Membawa daftar keinginan perjanjian pranikah ke notaris untuk disahkan
  4. Membawa akta ke lembaga KUA atau catatan sipil

Itulah beberapa langkah untuk membuat perjanjian pranikah. Memang cukup memakan waktu, jadi sebaiknya untuk melakukan perjanjian ini 2-3 bulan sebelum pernikahan dilangsungkan.

 

Chubb Life Indonesia hadir untuk membantu dan memberikan perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan terbaik untuk Anda dan keluarga. Informasi selengkapnya silakan kunjungi Tentang Chubb di Indonesia

 

Tertarik dengan polis asuransi Chubb ini?

Miliki perlindungan untuk hari tua Anda dengan produk dari Chubb Life Indonesia