Lompat ke konten utama
Kesehatan Fisik

Manfaat Traveling Untuk Kesehatan Mental Anda

03/2023
person arms out wide

Generasi milenial atau mereka yang lahir pada tahun 1980-1990-an menganggap traveling sebagai prioritas utama. Bagi mereka, kaya akan pengalaman lebih berarti daripada kaya akan harta.

Hal ini diperkuat oleh survey Airbnb and The Rise of Millennial Travel yang dilakukan pada 2016. Survey dilakukan pada generasi milenial dari Amerika, Inggris, dan Tiongkok. Hasilnya, traveling menjadi prioritas nomor satu bagi generasi milenial, dibandingkan membeli rumah, mobil, atau membayar cicilan.

Paket wisata, di mana peserta tinggal duduk diam dan menikmati perjalanan kurang menarik dan menantang bagi generasi milenial. Mereka lebih memilih untuk menyusun sendiri jadwal perjalanan, bertemu orang-orang baru, dan berpetualang sedekat mungkin dengan warga lokal.

 

Mengapa Generasi Milenial Memprioritaskan Traveling?

Selama ini kebahagiaan sering dikaitkan dengan uang dan hal materi lainnya. Namun Thomas Gilovich, profesor psikologi asal Cornell University menemukan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari membeli apa yang Anda mau.

Saat membeli sesuatu yang kita inginkan, kita memang bahagia. Namun ternyata, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Menurut Gilovich, pengalaman memberikan kebahagiaan lebih lama dibandingkan memiliki materi. Kenangan berharga tidak berasal dari harta kekayaan, tapi dari pengalaman yang dimiliki.

Bagi milenial, traveling juga merupakan ajang eksistensi diri. Tak mengherankan bila berdasarkan data Forbes, tujuan menabung mayoritas generasi milenial adalah untuk membiayai traveling.

 

Manfaat Traveling untuk Kesehatan Mental

Traveling dapat membuat Anda lebih bahagia. Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya:

 

1. Meredakan stres

Menarik diri dari kepenatan rutinitas sehari-hari dapat memberikan Anda waktu untuk menenangkan diri dan mengisi ulang energi. Traveling menciptakan kebahagiaan, yang akhirnya berdampak pada penurunan level hormon kortisol (hormon stres). Berdasarkan studi pada 80 persen penduduk Amerika, ditemukan penurunan hormon stres pada mereka yang traveling selama satu atau dua hari.

 

2. Meningkatkan kebahagiaan

Berdasarkan penelitian Cornell University, merencanakan perjalanan atau liburan lebih meningkatkan kebahagiaan, daripada saat menunggu datangnya mobil baru. Studi ini membuktikan bahwa seseorang lebih bahagia saat mengantisipasi datangnya pengalaman baru dibandingkan materi baru.

 

3. Ajang pembelajaran

Mengunjungi tempat asing, menyusun bujet dan jadwal sendiri, serta belajar bahasa setempat, dapat memberikan wawasan baru. Semua pembelajaran ini menjadikan Anda pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

 

4. Menguatkan mental

Rencana saat traveling tidak selalu berjalan mulus. Saat menghadapi kesulitan di lingkungan yang tidak familiar, saat itulah emosi dan mental Anda diuji. Hal ini membuat Anda secara pribadi lebih sabar, fleksibel, kuat, dan dituntut untuk mencari jalan keluar.

 

5. Meningkatkan kreativitas

Menurut Adam Galinsky, profesor dari Columbia Business School, mengunjungi tempat baru dan mencicipi kehidupan warga lokal dapat menstimulasi kemampuan kognitif. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kreativitas.

Misalnya ketika Anda tertinggal kereta di saat kondisi uang semakin menipis, Anda dituntut kreatif mencari jalan keluar. Salah satunya mungkin dengan mempelajari rute bus antar kota demi menghemat pengeluaran.

Setelah kembali ke rumah, bukan tidak mungkin bila Anda akan lebih menghargai perbedaan dan lebih mensyukuri hidup yang diberikan.

 

Perlindungan Tepat untuk Generasi Milenial Pencinta Traveling

Bagi generasi milenial, traveling adalah investasi pengalaman. Sah-sah saja jika Anda memprioritaskan hal ini. Namun jangan lupa bahwa untuk dapat menjelajah, Anda butuh fisik yang sehat.

Meski sudah merencanakan perjalanan sebaik mungkin, terkadang Anda tidak bisa menghindari risiko di tempat tujuan. Seperti misalnya jatuh sakit akibat kebersihan makanan yang tidak terjaga atau mengalami cedera saat mendaki.

Jangan jadikan risiko tersebut menghambat perjalanan Anda. Oleh karenanya, Anda butuh asuransi kesehatan yang mendukung gaya hidup sebagai traveler.

Dengan begitu Anda tidak perlu khawatir bujet traveling terganggu jika mengalami risiko kesehatan. Menikmati dan merencanakan traveling jadi lebih tenang karena memiliki asuransi kesehatan dengan jangkauan internasional.