Lompat ke konten utama
Kesehatan Finansial

Hati-hati, Cek 4 Hal Ini Sebelum Mengakhiri Polis Asuransi

03/2023
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Pembatalan Polis Asuransi

Apakah Anda punya banyak polis asuransi sehingga dana yang perlu Anda alokasikan untuk premi setiap bulannya cukup besar? Atau, apakah Anda sedang kesulitan keuangan sehingga tidak bisa lagi membayar premi asuransi? Dua pertimbangan ini merupakan beberapa alasan mengapa orang memutuskan mengakhiri (surrender)polis asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan.

Seperti layaknya suatu produk keuangan, Anda berhak memutuskan untuk membeli atau mengakhiri polis asuransi. Hanya saja, mengakhiri polis asuransi berarti ada kemungkinan diri Anda tidak terlindungi. Sehingga, jika terjadi suatu risiko, maka Anda berpotensi menanggung kerugian yang lebih besar ketimbang jika diri Anda terlindungi oleh asuransi. Tidak punya asuransi jiwa, misalnya, membuat keluarga mengalami kejatuhan ekonomi karena pencari nafkah wafat. Sementara jika tidak punya asuransi kesehatan, akan membuat Anda dan keluarga harus menanggung pengeluaran pengobatan yang besar.

 

Contoh Alasan Pembatalan Polis Asuransi

Selain dua alasan di atas, ada bermacam-macam alasan mengapa seseorang ingin mengakhiri polis asuransinya.

  • Beberapa orang mengakhiri polis asuransi karena salah kaprah. Misalnya, menganggap membayar premi asuransi adalah suatu kerugian karena tidak pernah klaim. Padahal, membayar premi asuransi itu ibarat membeli payung sebelum hujan atau sebelum risiko terjadi. Sehingga, sewaktu hal tak terduga terjadi, maka Anda terhindar dari kerugian finansial yang lebih besar.
  • Ada pula orang yang mengakhiri polis karena kesalahpahaman berikutnya, yakni menganggap investasi di produk asuransi merugikan atau kurang optimal. Padahal, manfaat utama dari produk asuransi adalah perlindungan. Sehingga, nilai tunai yang terdapat di produk asuransi sejatinya tidak menjadi tujuan utama. Anda bisa menempatkan dana pada produk investasi jika memang tujuan utama Anda ialah mengembangkan dana.
  • Pertimbangan berikutnya yang membuat seseorang menutup polis ialah karena ingin pindah dan menetap di luar negeri, serta berganti kewarganegaraan. Memang, kebanyakan asuransi memberikan perlindungan terbatas pada kejadian yang berlangsung di dalam negeri dan untuk warga negara setempat.
  • Kemudian, ada pula orang yang mengakhiri suatu polis asuransi karena produk tersebut tidak bisa dimodifikasi. Padahal, ia ingin melakukan upgrade atau downgrade atas perlindungan dan premi polis tersebut.
  • Nasabah pun cenderung mengakhiri polis asuransi karena tertarik pada produk asuransi lain yang lebih menarik dan menjawab kebutuhannya.

 

Jangan mengakhiri sebelum kamu mempertimbangkan hal-hal ini

Meskipun Anda boleh-boleh saja mengakhiri polis asuransi jiwa atau asuransi kesehatan dengan berbagai pertimbangan di atas, Anda tetap perlu waspada. Jangan sampai Anda gegabah mengakhiri semua polis asuransi, yang mengakibatkan Anda tidak terproteksi sama sekali. Setidaknya, ada empat hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan hendak mengakhiri suatu polis asuransi. Apa saja?

 

1. Cek cakupan negara yang dilindungi oleh polis asuransi Anda

Beberapa produk asuransi menawarkan nilai tambah berupa perlindungan yang tidak terbatas di dalam negeri saja, melainkan di beberapa negara. Maka, cek terlebih dahulu polis asuransi yang Anda punya. Jika memang polis tersebut melindungi hingga ke negara yang Anda tuju, Anda berarti tidak perlu menutup polis asuransi tersebut, bukan?

 

2. Konsultasikan pada agen asuransi mengenai kebutuhan Anda

Produk asuransi sejatinya merupakan produk yang fleksibel. Artinya, Anda bisa menentukan manfaat dan premi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. Sementara, kebutuhan dan kemampuan finansial setiap orang senantiasa berubah-ubah, sesuai dengan tahapan hidup. Ketimbang buru-buru mencari produk lain yang belum tentu teruji bagus, akan lebih mudah jika Anda terlebih dahulu mengkonsultasikan hal ini pada agen asuransi Anda. Utarakan kepadanya mengenai kebutuhan yang Anda cari, kemudian tanyakan apakah Anda bisa melakukan upgrade atau downgrade agar polis asuransi yang Anda miliki saat ini bisa menjawab kebutuhan.

Jika memang bisa disesuaikan, ada baiknya Anda meneruskan polis asuransi yang sudah ada. Sebab, mencari produk asuransi lain akan memakan waktu dan belum tentu diterima karena setiap produk asuransi memiliki persyaratan usia masuk dan syarat medis.

 

3. Cek nilai tunai yang terdapat di polis asuransi Anda

Ada kalanya, kesulitan ekonomi membuat nasabah susah membayar premi. Ini bisa terjadi jika nasabah kehilangan pekerjaan, bisnisnya mengalami penurunan, atau terjadi hal-hal tak terduga lainnya. Jika Anda mengalami kesulitan membayar premi, ada baiknya mengecek apakah polis asuransi Anda punya nilai tunai atau tidak. Jika punya, maka manfaatkanlah nilai tunai ini untuk membayar premi. Fasilitas membayar premi dengan nilai tunai ini disebut juga sebagai cuti premi. Beberapa polis asuransi menyediakan fasilitas ini untuk nasabah yang telah membayar premi selama periode tertentu.

 

4. Pastikan diri Anda tetap terlindungi meski menutup polis asuransi

Dalam beberapa kasus, nasabah memiliki banyak polis. Akibatnya, dana yang ia keluarkan untuk membayar premi asuransi sangat besar, tetapi manfaat yang ia peroleh tidak optimal. Boleh jadi, seseorang punya banyak polis karena kurang pertimbangan matang, seperti membeli karena tidak enak dengan agennya yang merupakan saudara atau teman dekat.

Jika ini terjadi pada Anda, segeralah melakukan evaluasi mengenai polis asuransi yang hendak Anda teruskan dan polis asuransi yang hendak Anda akhiri. Anda harus memilih asuransi yang perlu Anda pertahankan untuk memastikan diri Anda tetap terlindungi meski menutup beberapa polis. Jika Anda merasa polis yang Anda miliki saat ini tidak ada yang menjawab kebutuhan dan berniat mengambil polis baru, pastikan Anda memperoleh pernyataan efektif dari perusahaan asuransi baru tersebut sebelum menutup polis asuransi lama. Dengan demikian, Anda dan keluarga tetap terproteksi dan terhindar dari kerugian yang lebih besar jika terjadi risiko.

Mengakhiri polis asuransi memang boleh-boleh saja. Tapi, jangan lupa pertimbangkan empat hal di atas agar diri Anda tetap terlindungi.

 

 

related product