skip to main content
Traffic jam


Jika diperhatikan, cara mengemudi pengendara mobil di kota besar terlihat cukup berbeda dengan pengendara mobil di kota-kota kecil. Aktivitas yang padat, mobilitas yang tinggi, serta tingkat kemacetan yang cukup parah, menyebabkan pengendara mobil di kota besar memiliki sifat ‘tidak mau mengalah’ saat mengemudi. Beberapa pengendara mobil bahkan tak lagi peduli untuk menjaga jarak aman berkendara, karena menurut mereka ‘jarak’ tersebut justru memberi celah bagi pengendara lain untuk lewat dan memotong di depan mereka.

Tahukah Anda bahwa menjaga jarak aman berkendara dapat menghindari terjadinya kecelakaan?

Tertabrak oleh kendaraan di depan

“Tertabrak kendaraan yang berada di depan? Memangnya bisa?”. Tentu saja bisa.

Insiden ini biasanya terjadi saat kendaraan berhenti di jalan yang menanjak atau di lampu merah. Ketika akan kembali melaju, ada kemungkinan mobil akan mundur sedikit sebelum kemudian melaju maju. Jika tidak menjaga jarak aman kendaraan, maka risikonya bemper depan mobil Anda akan penyok tersenggol mobil di depannya.

Tabrakan beruntun

Insiden tabrakan beruntun biasanya terjadi akibat ketidakmampuan pengendara menjaga jarak antar kendaraan. Saat mobil di depan berhenti secara tiba-tiba, mobil di belakang tidak bisa berhenti tepat waktu untuk menghindari terjadinya benturan. Kecelakaan akan semakin parah ketika mobil-mobil setelahnya juga melaju dalam kecepatan tinggi. Namun, insiden tabrakan beruntun akan terhindari jika pengendara mampu waspada menjaga jarak mobilnya dengan mobil di depannya. .

Memiliki asuransi untuk mobil, seperti Asuransi Kendaraan Bermotor dari asuransi umum Chubb, dapat meringankan beban pikiran akan biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki mobil seandainya kecelakaan terjadi. Namun perlu Anda ingat bahwa kerugian yang diakibatkannya tentu tak terbatas pada kerugian finansial semata, tetapi juga kerugian waktu.

Lalu, seberapa jauhkah jarak aman berkendara?

Jaga jarak aman berkendara sekitar 3 hingga 4 detik dari mobil sebelum mobil Anda. Jika Anda kesulitan untuk mengukur berdasarkan waktu, maka cara yang lebih mudah adalah dengan mengukur berdasarkan penglihatan. Dari posisi duduk nyaman Anda pastikan bemper mobil di depan mobil Anda terlihat, dan jangan terapkan cara ukur ini saat Anda memajukan badan ke depan. Ukuran jarak aman berkendara berdasarkan penglihatan bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung pada tinggi badan pengemudi. Namun jika diasumsikan menurut tinggi rata-rata orang Indonesia, maka cara ukur yang disampaikan di atas masih bisa dianggap valid.

Tertarik dengan polis asuransi Chubb ini?

Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut? Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana kami dapat membantu Anda terlindungi dari potensi risiko yang dihadapi