Untuk pengalaman situs yang optimal, sebaiknya gunakan browser yang berbeda.
Menggunakan Internet Explorer dapat mencegah Anda mengakses Chubb.com, dan beberapa fitur situs mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

X
Lompat ke konten utama
Kesehatan Finansial

Agar Dompet Tidak Menjerit Jelang Tahun Baru, Simak Tips Mengelola Budget Berikut

03/2023
wrapping christmas gifts

Di penghujung tahun, biasanya pengeluaran membludak. Maklum, akhir tahun bertepatan dengan banyak perayaan, seperti Natal dan Tahun Baru. Kedua perayaan ini mendorong banyak orang untuk berbelanja seperti baju baru, sepatu baru, dan aksesoris baru untuk mendekorasi rumah.

Tak jarang pula banyak orang memanfaatkan masa ini untuk perayaan akhir tahun yang dihiasi dengan agenda kumpul bersama keluarga, teman, atau rekan kerja, yang diisi acara tukar kado. Lalu, akhir tahun juga berarti masa libur sekolah. Bagi keluarga dengan anak-anak yang sudah sekolah, inilah masa ideal untuk berlibur dan berkumpul bersama keluarga.

Belum lagi ada banyak diskon akhir tahun, seperti midnight sale, Christmas sale, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), dan sebagainya. Tentu ini menjadi godaan tersendiri buat banyak orang. Apakah Anda termasuk yang punya sederet pengeluaran jelang tahun baru? Agar budget belanja akhir tahun tidak bikin bangkrut, simak beberapa strategi berikut.

 

1. Susun pengeluaran berdasarkan prioritas

Sebelum uang Anda mengalir tak terkendali, segeralah susun kebutuhan berdasarkan prioritas. Kebutuhan yang tidak bisa ditunda, seperti uang sekolah anak, cicilan utang, atau premi asuransi jiwa dan asuransi kesehatan yang jelas harus ada di daftar prioritas tersebut. Lalu, tempatkan kebutuhan yang perlu tapi tidak mendesak, sampai kebutuhan yang masih bisa ditunda. Untuk keperluan yang perlu tapi tidak mendesak, Anda bisa mewujudkannya dengan mengurangi budget untuk pos tersebut. Sementara untuk keperluan yang tidak mendesak, Anda bisa leluasa untuk memenuhinya saat ini atau menundanya.

 

2. Alokasikan budget untuk masing-masing pos pengeluaran

Setelah menyusun pengeluaran berdasarkan prioritas, langkah berikutnya adalah menetapkan budget untuk masing-masing pos pengeluaran. Tentu, ada beberapa kebutuhan yang nilainya tak bisa ditawar lagi, seperti uang sekolah dan cicilan utang. Sisa penghasilan setelah dikurangi pengeluaran rutin tersebut bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang masih bisa diutak-atik nilainya. Nah, untuk menetapkan besarnya pengeluaran untuk kebutuhan semacam ini, Anda bisa mematok nilai maksimal.

Perencana keuangan umumnya menganjurkan untuk menakar budget untuk hiburan sebesar 10% dari penghasilan bulanan. Jika ternyata kebutuhan Anda lebih dari angka tersebut, mungkin Anda bisa mengambil dari sumber dana lain, misalnya Tunjangan Hari Raya (THR), penghasilan tambahan, atau bisa juga mengambil dari pos dana darurat. Hanya saja, pastikan bulan depan Anda mengembalikan dana darurat ke angka yang ideal untuk memastikan dana siaga Anda aman terkendali.

 

3. Persiapkan dana dari beberapa bulan sebelumnya

Strategi lain yang bisa Anda tempuh untuk memenuhi kebutuhan dana akhir tahun ialah dengan menyiapkannya beberapa bulan sebelumnya. Kemampuan finansial Anda untuk memenuhi kebutuhan belanja akhir tahun akan lebih baik jika sudah dipersiapkan beberapa bulan sebelumnya. Jika Anda mempersiapkan dana akhir tahun tiga bulan sebelumnya, dan Anda menyisihkan 10% dari penghasilan per bulan, maka di akhir tahun Anda punya alokasi 30% dari penghasilan yang bisa digunakan untuk keperluan akhir tahun. Tentu saja Anda bisa menyesuaikan dana yang perlu Anda sisihkan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun.

 

4. Manfaatkan program diskon jelang tahun baru

Menjelang akhir tahun, para peritel biasanya akan berlomba-lomba merebut minat belanja konsumen dengan menggelar berbagai program diskon akhir tahun. Tidak hanya peritel konvensional yang menggelar sale, e-commerce di dalam negeri juga menggelar program Harbolnas.

Banyaknya promo dan diskon akhir tahun menjelang akhir tahun memang bisa menjadi godaan yang sulit ditampik. Namun, jika Anda bisa bijak memanfaatkan diskon akhir tahun, Anda justru akan menghemat pengeluaran. Agar promo dan diskon akhir tahun ini tak berubah menjadi bencana, pastikan Anda belanja barang yang memang Anda butuhkan dan sesuai dengan prioritas yang telah Anda susun. Hindari belanja impulsif dan disiplin berpegang pada budget belanja akhir tahun.

 

5. Manfaatkan program reward dari kartu kredit atau aplikasi pembayaran lain

Cara lain untuk mengoptimalkan belanja di akhir tahun adalah memanfaatkan berbagai iming-iming yang ditawarkan bank penerbit kartu kredit atau aplikasi pembayaran. Anda yang punya kartu kredit sebaiknya mencermati tawaran berbelanja dengan point reward kartu kredit, special price, cashback, atau promo lain yang digelar aplikasi pembayaran non-tunai.

 

6. Gunakan penawaran free ongkir untuk belanja online

Semakin banyak orang yang memilih belanja secara online di masa sekarang. Namun kendati menghemat waktu, belanja online memunculkan biaya tambahan yang harus ditanggung konsumen, yaitu ongkos kirim. Di saat Anda harus belanja berulangkali, seperti pada masa pergantian tahun, ongkos kirim tadi bisa menjadi signifikan. Karena itu, usahakan belanja online tanpa ongkir.

 

7. Imbagi pengeluaran musiman dengan penghematan di pos rutin

Agar dompet Anda tak mendadak tipis, imbangi berbagai pengeluaran musiman yang hanya muncul di saat Natal dan Tahun Baru dengan penghematan di pos-pos rutin. Biaya rutin yang bisa dihemat misalnya pengeluaran untuk entertainment seperti hangout bersama teman, makan bersama rekan kantor di luar, atau berolahraga di gym. Meski pos ini dihemat, tentu kegiatan bersosialisasi Anda tetap bisa jalan. Hanya saja, Anda perlu menekan budget belanja akhir tahun untuk pos tersebut, misalnya dengan mengganti hangout di kafe dengan membawa bekal makanan dan nongkrong di food court serta berolahraga di ruang publik yang gratis.

Mengalokasikan lebih banyak pengeluaran di akhir tahun sebetulnya sah-sah saja. Namun, jangan lupa pula untuk memenuhi kebutuhan yang lebih penting untuk diri Anda, seperti kebutuhan akan proteksi seperti asuransi jiwa. Jangan lupa untuk selalu lindungi Anda dan keluarga dari penyakit kritis karena perlindungan kesehatan menjadi prioritas!

Selamat merayakan Natal dan Tahun Baru!