Lompat ke konten utama
Kesehatan Finansial

Banting Setir Jadi Pengusaha Setelah Kena PHK, Apa Saja Yang Harus Disiapkan?

03/2023
woman focus on work

Perekonomian Indonesia goyah di tengah pandemi Covid-19 ini. 

 

Hampir semua sektor terkena imbasnya. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan RI per Mei, ada 2,9 juta pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan. Kamar Dagang Indonesia (Kadin) bahkan merilis data yang lebih mengerikan lagi. Pada 25 Juni, Kadin menyebut angka 6,4 juta pekerja dirumahkan maupun di-PHK.

Sekilas, hanya ada ada kesedihan dalam kondisi ini. Anda mungkin salah satu dari para pekerja itu. Tapi apa benar kondisi ini adalah jalan buntu atau mimpi buruk belaka?

Satu hal yang perlu Anda ingat adalah kehidupan terus berjalan. Anda perlu segera bangkit untuk merancang langkah selanjutnya, memutar otak untuk bertahan hidup. Pilihannya bisa jadi, mencari pekerjaan lain atau mencoba merintis usaha sendiri. Yang kedua mungkin terdengar sedikit menakutkan untuk dicoba. Apalagi jika itu benar-benar hal yang baru bagi Anda.

Tapi, coba bayangkan. Ini justru bisa jadi kesempatan emas. Ini saatnya mewujudkan ide-ide liar Anda yang mungkin terbendung dalam angan-angan saja selama ini. Tentunya, perlu sejumlah persiapan matang agar usaha yang Anda rintis tidak kandas di tengah jalan. Langkah-langkah berikut ini bisa Anda jadikan catatan sederhana tapi penting saat Anda memulai usaha. 

 

1. Reset mindset lama

New normal sedang disebut-sebut sebagai The Great Reset. Bisnis dan perekonomian dunia menjadikan ini sebagai momentum untuk melakukan reset, menata ulang dari awal segala hitungan dan target-target. Jangan mau kalah. Ini juga bisa jadi saatnya bagi Anda melakukan reset dalam hidup dan perekonomian pribadi Anda.

Kalau biasanya Anda merasa aman dengan gaji bulanan dan cenderung takut mengambil risiko, mindset itu perlu diubah. Kalau Anda melihat pengusaha-pengusaha sukses itu hidup nyaman, bukan berarti Anda tidak bisa. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil risiko untuk memulai sesuatu.

Membulatkan tekad dan membuat langkah pertama adalah hal yang terdengar mudah tapi itu adalah kunci awal keberhasilan. Jadi jika Anda sekarang sudah berani untuk memutuskan untuk banting setir dari pegawai menjadi pengusaha, selamat! Langkah kecil pertama Anda telah dimulai.

 

2. Lakukan riset yang mendalam

Tentu tidak cukup hanya sekadar membulatkan niat saja. Anda perlu membuat business plan yang rinci dan komprehensif. Tapi sebelum sampai di sana, satu hal yang perlu dilakukan di awal adalah riset. Ini penting agar Anda tidak membuat rancangan bisnis secara muluk-muluk yang cenderung akan menyesatkan ketika diimplementasikan.

Dalam riset ini, Anda perlu tentukan fokus. Pertama tentukan bidang apa yang menarik perhatian Anda atau memiliki pangsa pasar yang menjanjikan saat ini. Bisa juga Anda langsung memilih jika sudah memiliki keahlian atau cita-cita bidang usaha tertentu.

Jika sudah memutuskan jenis usaha, Anda perlu mencari segala sesuatu terkait bidang itu, mulai dari pelaku usaha yang sudah lebih dahulu ada dan menguasai pasar hingga pasar itu sendiri. Pelajari karakter pangsa pasar tersebut. Apa yang hal-hal yang diminati atau paling dibutuhkan saat ini. Di sana, Anda bisa menemukan peluang-peluang untuk rancangan bisnis Anda.

 

3. Hitung modal usaha

Modal tentu saja sesuatu hal mendasar yang menjadi bahan bakar awal untuk menggerakkan bisnis Anda. Tapi bukan berarti tanpa uang di kantong, Anda jadi mengurungkan niat membangun usaha. Jika Anda yang memiliki keterbatasan dana untuk dijadikan modal, jangan putus asa.

Masih banyak cara lainnya, termasuk kredit usaha dan pinjaman ke bank atau koperasi maupun fintech. Rajin-rajin mencari tahu aturan insentif perbankan yang saat ini banyak diberikan pemerintah bagi korban PHK terkait Covid-19. Buka situs-situs resmi yang dapat memberikan informasi terpercaya, atau bahkan Anda dapat bicara langsung dengan petugas bank terkait.

 

4. Jangan habiskan uang pesangon

Bagi Anda yang mendapatkan pesangon usai terkena PHK, memutuskan menjadi wirausaha sudah pasti menjadi pilihan tepat. Dengan dana segar di tangan dari pesangon, Anda dapat leluasa mengatur alokasi modal. Tapi hati-hati, jangan langsung menghabiskan seluruh uang pesangon Anda menjadi modal usaha.

Menurut saran financial planner yang juga CEO Finansialku, Melvin Mumpuni, uang pesangon masih bisa mengamankan biaya hidup kita selama kurang lebih dua bulan. Dalam kurun waktu itu, kita masih bisa melakukan spending normal--asal jangan berlebihan dan kalau bisa berhemat lebih baik. Dalam masa inilah, sebaiknya kita mencari peluang dan menyiapkan business plan kita.

Nah, pesangon yang Anda miliki pun harus dibagi-bagi alokasinya. Setelah kena PHK, menurut Melvin, paling aman Anda menyiapkan dana darurat untuk biaya hidup untuk enam bulan. Bagi yang selama ini memiliki tabungan, aset, atau menyiapkan dana darurat, tentu jatah pesangon yang bisa digunakan untuk modal usaha bisa lebih besar proporsinya. Selain itu, rentang waktu yang Anda miliki sebelum rintisan usaha dimulai bisa lebih panjang karena Anda masih bisa menggunakan dana darurat.

 

5. Jangan idamkan kesuksesan instan

Menurut sejumlah pakar dan pelaku bisnis, langkah-langkah kecil yang penuh perhitungan akan lebih baik ketimbang mengejar target besar yang bisa merusak rencana bisnis kita. Jangan cepat tergoda dengan capaian-capaian besar. Kesuksesan tidak bisa diraih secara instan.

Lebih baik Anda memulai dengan langkah kecil dan upaya-upaya sederhana. Seiring perkembangan usaha Anda, langkah yang lebih lebar bisa Anda ambil secara proporsional. Mengambil risiko memang bagian dari berbisnis. Namun, bukan berarti Anda harus melakukan bertaruh terlalu besar demi mencapai sukses secara kilat. Anda tetap perlu manajemen risiko, agar keputusan-keputusan yang dijalankan proporsional.