Krisis mental, kesehatan mental, generasi z, cara mengatasi krisis mental, penyebab krisis mental, chubb.
Lompat ke konten utama
Kesehatan Mental

Krisis Kesehatan Mental Generasi Z: Tantangan Baru Era Modern!

11/2023
krisis mental

Krisis mental menjadi salah satu masalah global yang semakin meningkat, tidak terkecuali bagi Generasi Z. Generasi Z merupakan golongan individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Dalam hal ini, mereka juga dihadapkan dengan berbagai tekanan dan tantangan yang unik era digital dan sosial media.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh American Psychological Association (APA), Generasi Z memiliki tingkat stres yang lebih tinggi daripada generasi lainnya. Dikatakan hanya ada 45% Generasi Z yang memiliki kesehatan mental baik atau sangat baik. Selain itu, Generasi Z juga lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, bipolar, dan ADHD.

Lalu, apa saja ciri-ciri gangguan kesehatan mental pada Generasi Z? Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

 

Ciri-Ciri Gangguan Kesehatan Mental Generasi Z

Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dalam era digital yang terhubung erat dengan dunia melalui gadget mereka. Tekanan dan tuntutan yang datang dari kehidupan online dan sosial media ini bukan tidak mungkin dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Berikut ini beberapa ciri gangguan kesehatan mental yang sering muncul pada Generasi Z:

1. Perubahan Pola Makan

Gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, atau kebiasaan makan yang tidak sehat sering terjadi pada Generasi Z. Hal ini karena tak jarang dari mereka yang merasa mendapat tekanan untuk memiliki bentuk tubuh yang sempurna, sesuai dengan standar kecantikan yang sering ditampilkan di media sosial.

2. Gangguan Tidur

Kecanduan media sosial dan gadget dapat mengganggu pola tidur Generasi Z. Alhasil, mereka menjadi kurang tidur dan istirahat. Kekurangan tidur atau istirahat ini pastinya bisa memengaruhi kesehatan mental mereka.

3. Mood Swing

Gangguan kesehatan mental bisa menyebabkan seseorang mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem dan tidak stabil. Hal ini bisa berdampak pada perilaku impulsif, agresif, atau menarik diri dari lingkungan sosial.

4. Penurunan Fungsi Otak

Tekanan yang berlebihan, kurang tidur, dan kecanduan teknologi dapat menyebabkan penurunan fungsi otak. Generasi Z bisa saja menjadi kesulitan berkonsentrasi dan mengambil keputusan.

5. Berkurangnya Interaksi Sosial

Meskipun Generasi Z tumbuh dalam era yang terhubung secara digital, mereka juga rentan mengalami isolasi sosial. Hal ini dapat membuat mereka merasa kesepian dan depresi.

 

Penyebab Krisis Kesehatan Mental Generasi Z

Belum ada satu penyebab pasti yang bisa menjelaskan mengapa Generasi Z mengalami krisis mental. Namun, ada beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap kondisi ini, antara lain:

1. Kemajuan Teknologi

Teknologi yang terus berkembang telah menciptakan tekanan tambahan pada mental Generasi Z. Mereka menjadi sering merasa perlu untuk terus mengikuti perkembangan di sosial media atau yang saat ini akrab disebut dengan istilah “FOMO”.

2. Minimnya Pengetahuan Terkait Kesehatan Mental

Kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental, baik di kalangan individu Generasi Z maupun di masyarakat umum, dapat menyebabkan keterlambatan dalam diagnosis dan perawatan.

3. Ketidakpastian Ekonomi

Generasi Z menghadapi ketidakpastian ekonomi yang tinggi. Hal ini pada akhirnya menciptakan tekanan tambahan terkait pekerjaan, pendidikan, dan pastinya keuangan.

 

Cara Mengatasi Krisis Mental Generasi Z

Meskipun krisis mental merupakan masalah yang serius, bukan berarti tidak ada solusinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh Generasi Z untuk mengatasi krisis mental mereka, antara lain:

1. Mengenali Gejala dan Mencari Bantuan

Langkah pertama yang paling penting adalah mengenali gejala gangguan kesehatan mental dan mencari bantuan profesional sesegera mungkin. Jangan ragu atau malu untuk berbicara dengan orang yang kamu percaya, seperti keluarga, teman, guru, atau konselor.

2. Menjaga Keseimbangan Hidup

Langkah kedua adalah menjaga keseimbangan hidup dengan melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi tubuh dan pikiran. Misalnya, berolahraga secara rutin, makan makanan sehat, tidur cukup, meditasi, hobi, atau berlibur.

Baca juga: Ingin Menjaga Kesehatan Mental? Jangan Lupa Refreshing di Tengah Minggu

3. Membangun Relasi

Langkah ketiga adalah membangun relasi yang kuat dan mendukung. Carilah orang-orang yang bisa membuat kamu merasa nyaman, dihargai, dan dimengerti. Hindari orang-orang yang toxic atau negatif. Selain itu, batasi juga penggunaan media sosial dan gadget jika durasi membuat stres atau cemas.

 

Dalam menghadapi krisis mental yang dapat memengaruhi kesehatan fisik, jiwa, dan finansial, memiliki perlindungan yang tepat tentu sangatlah penting. Asuransi For Your Life dari Chubb Life Indonesia adalah salah satu bentuk perlindungan yang bisa kamu pilih. Dengan memiliki asuransi jiwa, kamu bisa terlindungi secara finansial jika sewaktu-waktu mengalami krisis kesehatan mental atau masalah kesehatan lainnya.

Asuransi jiwa seperti Asuransi For Your Life dari Chubb Life Indonesia akan memberikan manfaat finansial yang dapat digunakan untuk perawatan kesehatan mental atau perawatan medis lainnya. Jika kamu tertarik, kunjungi sekarang Website Chubb dan temukan informasi selengkapnya di sini. Ingat, kesehatan mental Generasi Z adalah hal yang perlu dijaga, dan memiliki asuransi jiwa ternyata memang #SepentingItu!

 

 

 

related product