Lompat ke konten utama
Kesehatan Fisik

5 Interaksi Makanan-Obat Yang Harus Dihindari

03/2023
pouring pills from bottle

Ahmad Yudha meneguk banyak pil setiap harinya. Lelaki berusia 70 tahun itu mesti minum 11 selama 24 jam. Kesehariannya itu membuatnya memiliki risiko terdampak interaksi negatif antara obat dan makanan. Apalagi, berbagai obat penyakit kronis semacam hipertensi dan diabetes memang harus dikonsumsi setiap hari dan seumur hidup untuk mencegah penyakit yang lebih serius.

Rata-rata, dua per tiga manula mengonsumsi lima atau lebih obat resep selama setahun. Seperempat manula bahkan menelan 10 pil atau lebih. Konsumsi obat-obatan yang terlalu sering dapat menyebabkan reaksi obat yang merugikan atau dalam istilah medis disebut Adverse Drugs Reaction (ADR).

Disadari atau tidak, obat-obatan seringkali dapat berinteraksi dengan makanan. Pasalnya, apa yang kita makan dapat mempengaruhi penyerapan obat-obatan. Beberapa jenis makanan tertentu juga dapat mempengaruhi seberapa baik tubuh kita dalam menoleransi obat.

Sejujurnya, banyak sekali jenis reaksi makanan dan obat-obatan yang terjadi. Namun, kali ini, setidaknya Anda perlu mengetahui lima interaksi makanan dan obat umum yang sering terjadi dan harus diwaspadai.

 


1. Jus jeruk bali dan obat kolesterol

Menikmati jus jeruk bali atau grapefruit dengan jumlah signifikan dapat meningkatkan kebutuhan jumlah obat dalam tubuh, sekaligus mempengaruhi penyerapannya. Obat penurun kolesterol seperti Lipitor diketahui mampu berinteraksi dengan jeruk tersebut dan tidak boleh dikonsumsi bersamaan. Bahkan, jika Anda minum jus jeruk itu di pagi hari dan minum obat ketika makan siang, reaksi pun masih dapat terjadi.

 

2. Antibiotik dan produk susu

Meminum antibiotik seperti tetrasiklin dengan segelas susu kemungkinan akan mengurangi efektivitasnya. Sebab, kalsium dalam susu akan mengurangi penyerapan obat. Ditambah lagi, produk laktosa umumnya dapat menyebabkan seseorang sakit perut.

 

3. Alkohol dengan asetaminofen

Jangan minum alkohol pada saat Anda mengonsumsi asetaminofen, atau golongan obat analgesik yang digunakan untuk meringankan nyeri dan mengurangi demam. Melakukan hal ini sama halnya dengan menyebabkan kerusakan hati yang serius, karena keduanya akan diproses di dalam organ hati.

 

4. Kafein dengan obat asma, tekanan darah, dan obat antidepresan

Di saat seseorang minum kopi atau minuman kafein lainnya, lalu mengonsumsi obat asma, obat penurun tekanan darah atau obat antidepresan, maka ia dapat mengalami tremor dan peningkatan denyut jantung.

Begitupun dengan kafein tersembunyi yang ditemukan dalam banyak minuman seperti kola, dapat pula membuat obat ini tidak bekerja secara efektif di dalam tubuh.

 

5. Antidepresan dan tiramin

Tiramin adalah asam amino tirosin yang ditemukan secara alamiah pada tubuh manusia. Zat alami ini ternyata juga ditemukan dalam beberapa makanan, seperti keju, makanan fermentasi, ikan asap, daging curing, dan beberapa jenis bir. Mengonsumsi makanan kaya tiramin dengan antidepresan tertentu, seperti inhibitor monoamine oksidase, dapat menyebabkan sakit kepala berlebih dan tekanan darah tinggi.

Jika Anda merasa memiliki reaksi tidak enak dalam tubuh setelah mengonsumsi obat, Anda bisa berkonsultasi pada dokter atau apoteker untuk menentukan apakah ada interaksi makanan dengan obat yang Anda gunakan. Tanyakan apakah ada makanan tertentu yang harus Anda hindari?

Artikel ini menyadarkan bahwa dalam setiap tahap kehidupan yang Anda rencanakan – bahkan secara matang – risiko kehidupan selalu menyertai. Ini berdampak pada kualitas hidup Anda dan keluarga.