Lompat ke konten utama
Kesehatan Fisik

Family Comes First, Bagaimana Mewujudkannya?

03/2023
family holding hands

Halo para orangtua, tahukah Anda bahwa memiliki waktu berkualitas bersama keluarga berdampak positif pada akademik anak dan kinerja Anda di kantor? Menurut studi “Importance of Family Dinners” yang dilakukan oleh The National Center on Addiction and Substance Abuse seperti dikutip oleh Brook Road Academy (Desember 2016), anak-anak akan mendapat nilai A atau B di sekolah dan lebih sedikit kemungkinan menyalahgunakan narkoba jika mereka ikut makan malam keluarga sebanyak lima sampai tujuh kali seminggu.

Riset lainnya berjudul “When Job Performance is All Relative: How Family Motivation Energizes Effort and Compensates for Intrinsic Motivation” yang diterbitkan oleh The Academy of Management Journal (April 2017) menyatakan bahwa karyawan yang memiliki motivasi tinggi terhadap keluarga, memiliki performa kinerja 10% lebih tinggi dari rekannya yang tidak memiliki motivasi keluarga.

Nah
, dalam rangka memperingati Hari Keluarga Internasional yang jatuh pada 15 Mei nanti, yuk rayakan hari tersebut dengan kembali disiplin menyisihkan waktu bersama keluarga. Ada beberapa cara yang bisa Anda tempuh untuk mengimbangi waktu bekerja dan waktu bersama keluarga.

 

1. Tidak membawa pekerjaan saat berkumpul bersama keluarga

Saat Anda pulang kantor dan sedang menghabiskan waktu bersama anak dan pasangan, maka fokus Anda sebaiknya tertuju pada keluarga. Tahan dulu keinginan Anda untuk mengecek email pekerjaan atau menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai selama quality time bersama keluarga tersebut. Sebaliknya, usahakan untuk tidak membawa urusan rumah tangga pada pekerjaan kantor yang bisa mengganggu performa Anda.

 

2. Siapkan waktu khusus bersama anak dan pasangan

Misalnya, luangkan waktu Anda untuk anak dan pasangan sebelum ke kantor dengan mengantar mereka ke sekolah dan ke kantor. Anda juga bisa menyediakan waktu sepulang kantor untuk ngobrol bersama, mendengarkan kisah mereka hari itu, menemani anak belajar, masak bersama, membacakan buku cerita, mengajak bermain, atau sekadar nonton bersama.

 

3. Luangkan waktu bersama keluarga di waktu libur atau di akhir pekan

Setelah melewati lima hari dalam seminggu untuk bekerja, ada baiknya Anda mengalokasikan waktu di akhir pekan dan hari libur khusus untuk keluarga. Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di waktu libur ini, misalnya olahraga bersama, wisata kuliner, bermain bersama, nonton bioskop, piknik, atau liburan.

 

4. Mengatur keuangan keluarga dengan matang

Di samping meluangkan quality time bersama keluarga, jangan lupa pula untuk mendahulukan keluarga dengan mengelola keuangan dengan matang.

a. Siapkan dana darurat

Yang pertama, Anda bisa menyiapkan dana darurat. Seperti namanya, dana darurat bertujuan menyiapkan dana siaga yang bisa dipakai mendadak tanpa bikin Anda berutang. Besarnya dana darurat ini bermacam-macam, sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang ditanggung. Untuk keluarga dengan satu anak, Anda bisa menyiapkan dana darurat sebesar 6-9 kali pengeluaran bulanan. Sementara untuk Anda yang memiliki dua anak atau lebih, Anda bisa menyiapkan dana darurat sebesar 9-12 kali pengeluaran bulanan.

 

b. Siapkan proteksi untuk keluarga

Selanjutnya, siapkan perlindungan yang memadai. Jika Anda seorang pencari nafkah, maka lindungi diri Anda dengan asuransi jiwa. Dengan memiliki asuransi jiwa, keluarga dapat hidup tenang tanpa rasa was-was jika pencari nafkah tutup usia atau kecelakaan, karena perusahaan asuransi akan memberikan manfaat uang pertanggungan (UP) sebagai ganti penghasilan. Dengan begitu, pasangan dan anak-anak tetap dapat mewujudkan impian-impiannya di masa depan.

Selain itu, lindungi pula keluarga dengan asuransi kesehatan yang menghindarkan Anda dari pengeluaran yang besar karena anggota keluarga jatuh sakit. Saat ini, ada banyak produk asuransi kesehatan yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dalam satu polis asuransi. Selain premi asuransi lebih terjangkau, produk ini pun lebih ringkas

 

c. Siapkan dana pendidikan anak

Merencanakan keuangan juga merupakan salah satu cara mendahulukan keluarga. Anda pasti ingin anak Anda bisa mengecap pendidikan terbaik, minimal hingga S1, bukan? Nah, Anda bisa mewujudkan rencana ini dengan menyiapkan tabungan pendidikan anak. Pertama-tama, ketahui dana yang Anda butuhkan untuk setiap jenjang sekolah anak.

Setelah itu, alokasikan dana untuk masing-masing jenjang sekolah tersebut di instrumen keuangan yang menyediakan imbal hasil sesuai dengan harapan Anda. Saat ini, Anda bisa menyiapkan dana pendidikan anak melalui banyak instrumen keuangan, misalnya tabungan deposito atau tabungan berjangka, investasi saham, reksa dana, Obligasi Negara Ritel (ORI), atau asuransi jiwa yang menyediakan manfaat tabungan pendidikan anak.

 

d. Pentingnya dana pensiun

Dana pensiun juga merupakan wujud komitmen Anda pada keluarga. Karena, dengan memiliki dana pensiun, Anda bukan hanya bertanggung jawab pada kehidupan hari ini, tapi juga kehidupan di masa mendatang saat Anda sudah tidak produktif lagi. Dana pensiun ini bisa Anda taruh pada instrumen investasi jangka panjang seperti reksa dana saham, investasi saham, atau properti. Dengan memiliki dana pensiun, Anda dan pasangan bisa menikmati hari tua dengan tenang tanpa membebani anak yang sedang membangun keluarga kecilnya.

Ingin anak Anda berprestasi di sekolah dan kinerja Anda meningkat? Yuk, saatnya disiplin mengalokasikan waktu berkualitas bersama keluarga dan mengatur keuangan keluarga.