X
skip to main content

Karbo selalu banyak diperdebatkan, sehingga bisa agak membingungkan saat kamu sedang berusaha makan sehat. Kita sering dengar bahwa ada karbo yang baik dan yang buruk, bahwa karbo buruk perlu dihindari jika ingin menurunkan berat badan, dan banyak lagi hal lain. Namun, apakah kita bisa hidup tanpa karbo?

Karbohidrat adalah sumber glukosa yang baik. Glukosa memberi kita energi. Ini sebabnya saat mengurangi karbo, kita merasa lemas karena tubuh hanya mengambil tenaga dari lemak sementara protein digunakan untuk memperbaiki jaringan seluruh tubuh.

Masalahnya, setiap sel dalam tubuh dapat membakar glukosa yang didapat dari karbohidrat, tapi hanya beberapa sel tubuh yang membakar lemak. Jadi, tidak makan karbo akan membuat tubuhmu tidak bekerja dengan baik.

Lalu, faktanya tubuh membutuhkan glukosa untuk terus berfungsi dengan semestinya. Kekurangan glukosa berarti jaringan dan organ tubuh tertentu tidak bisa bekerja dengan baik, termasuk otak.

Sementara beberapa organ dapat belajar untuk hidup tanpa karbohidrat, beberapa organ lain tidak bisa. Artinya, menyertakan karbohidrat dalam diet adalah ide yang bagus karena itu cara termudah untuk menyediakan glukosa bagi tubuh.

Namun, kamu bisa mengurangi atau menghilangkan karbo jika kamu memperoleh kalori yang cukup setiap hari. Tubuh dapat memperoleh glukosa dari protein (tubuh dapat mengubah asam amino untuk melakukannya jika harus), dan juga dari lemak dalam jumlah sedikit. Meskipun perlu beberapa waktu untuk menyeimbangkan level glukosa hanya berdasarkan hal-hal ini, ini bisa dilakukan.

Ini berarti bahwa jika kamu memperoleh cukup kalori dari komponen-komponen tersebut, kamu seharusnya bisa tetap mendapat energi walau tidak makan karbohidrat.

Karbohidrat juga tidak dikategorikan sebagai nutrien yang esensial, karena tubuh bisa mendapatkan glukosa dari nutrien lain jika perlu. Artinya, kamu bisa mengurangi karbo tanpa jadi sakit.

Masalahnya, diet rendah karbo sulit dipertahankan. Kamu mungkin akan merasa letih, mengalami perubahan mood, dan hal-hal lain yang bisa berpengaruh pada kebahagian dan kesejahteraanmu jika menjalani diet ini terlalu lama.

Daripada menghilangkan karbo, lebih baik mengganti karbo sederhana (seperti pasta dan roti putih) dengan karbohidrat kompleks. Bahan makanan seperti gandum utuh memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh dan pada dasarnya belum diproses seperti halnya karbohidrat sederhana, sehingga kamu akan merasa kenyang lebih lama.

Kamu harus memerhatikan reaksi tubuh saat mengurangi karbohidrat karena setiap tubuh akan merespon beda-beda. Ini berarti dietmu harus cukup fleksibel untuk memenuhi kebutuhan harian dan mencegah konsumsi makanan yang tidak sehat maupun jenis karbo yang salah, yang dapat secara drastis memengaruhi diet dan berat tubuhmu.

Berdietlah dengan bijaksana dan konsultasikandengan profesional jika kamu kurang yakin apakah pilihan rendah karbo benar-benar cocok untukmu.