skip to main content
Mengamankan Mobil dari Tindak Pencurian


Pencurian kendaraan bermotor merupakan salah satu tindakan kriminal yang paling dominan terjadi di Indonesia. Data anual Statistik Kriminal yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa dalam rentang waktu tahun 2016 hingga 2019 tindak pidana ini terus duduk di posisi kedua, tepatnya di bawah kasus pencurian dengan pemberatan. Meski secara kuantitatif angka kasus kejahatan ini terus menurun dari tahun ke tahun, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan agar mobil Anda tak menjadi korban pencurian.

Menyadari situasi bahaya

Tahukah Anda bahwa rasio pencurian terhadap kendaraan bermotor yang tidak dijaga dengan baik itu amat tinggi? Pasalnya orang yang memiliki tingkat kewaspadaan rendah umumnya terbiasa menganggap enteng situasi bahaya, sementara orang yang memahami bahwa probabilitas pencurian bisa terjadi di mana saja biasanya mempunyai tingkat kehati-hatian yang tinggi.

Dengan demikian, pencegahan-pencegahan kecil seperti memeriksa ulang jendela dan pintu sebelum meninggalkan mobil, memarkir mobil di tempat yang semestinya, dan tidak menyimpan barang berharga di dalam mobil, adalah kebiasaan-kebiasaan preventif yang perlu selalu diterapkan oleh pemilik mobil.

Menambah perangkat keamanan

Kendaraan bermotor keluaran terbaru pada umumnya sudah dilengkapi fitur alarm bawaan. Bila mobil Anda tidak termausk diantaranya, pasang alarm adisional sebagai upaya preventif lanjutan. Memasang pengaman ganda seperti pengunci kemudi juga dapat Anda lakukan untuk mencegah tindakan pencurian.

Memiliki asuransi

Memiliki asuransi kendaraan bermotor adalah salah satu upaya antisipatif untuk mengurangi beban finansial manakala terjadi kerusakan atau kerugian terhadap mobil yang diasuransikan akibat berbagai risiko yang dipertanggungkan, termasuk pencurian.

Jika asuransi jenis Kerugian Total hanya memberikan pertanggungan atas kerugian keseluruhan dan kerusakaan senilai 75% dari harga pasar mobil, asuransi jenis Komprehensif memberikan pertanggungan untuk kerugian dan kerusakan sebagian maupun keseluruhan akibat:

  • tabrakan atau benturan termasuk terbalik, tergelincir, hingga terperosok,
  • dirusak oleh orang lain,
  • kebakaran, serta
  • kehilangan atau pencurian.

Cakupan pertanggungan kedua jenis asuransi mobil itu juga bisa diperluas dengan mencakup risiko:

  • huru-hara, terorisme, dan sabotase,
  • tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga, 
  • kecelakaan diri,
  • banjir, atau
  • gempa bumi.

Seperti pepatah mengatakan, mencegah lebih baik dari mengobati, mari kita belajar menjadi pemilik mobil yang bijak dengan menerapkan upaya-upaya preventif di atas.

Tertarik dengan polis asuransi Chubb ini?

Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut? Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana kami dapat membantu Anda terlindungi dari potensi risiko yang dihadapi