skip to main content
Faktor-faktor yang Memengaruhi Nilai Premi Asuransi Rumah

Laporan Kinerja dan Analisa Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kuartal Pertama tahun 2019 memperlihatkan adanya kenaikan sebesar 26,3% pada premi asuransi tempat tinggal yang diterima oleh perusahaan-perusahaan asuransi. Angka ini menunjukkan bahwa kesadaran pemilik rumah untuk melindungi asetnya kian meningkat. Dengan kata lain, sebagian masyarakat telah mengetahui manfaat yang dapat mereka peroleh bila melindungi rumah tinggal mereka dengan asuransi rumah.

Apakah Anda termasuk di antara mereka?

Artikel ini berguna untuk menambah pengetahuan Anda akan faktor-faktor yang memengaruhi nilai premi asuransi rumah tinggal. Simak penjelasan berikut ini.

Kelas konstruksi

Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) menetapkan bahwa kelas konstruksi adalah faktor penentu utama nilai premi asuransi rumah tinggal. Jenis bangunan dengan komposisi tertentu memiliki tingkat risiko kerusakan dan perbaikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis bangunan dan komposisi lainnya. Dengan pertimbangan ini, penyelarasan premi asuransi pun diperlukan sehingga manfaat suatu asuransi bisa lebih komprehensif. Adapun ketentuan kelas konstruksi bangunan menurut OJK adalah sebagai berikut:

  • Kelas Konstruksi 1 adalah bangunan yang dinding, lantai, dan semua komponen penunjang strukturalnya, serta penutup atap terbuat seluruhnya dan sepenuhnya terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar. Jendela dan/atau pintu beserta kerangkanya, dinding partisi, serta penutup lantai boleh diabaikan.
  • Kelas Konstruksi 2 adalah bangunan yang kriterianya sama seperti bangunan berkonstruksi kelas 1, dengan kelonggaran penutup atap boleh terbuat dari sirap kayu keras, dinding boleh mengandung bahan yang dapat terbakar sampai maksimum 20% dari luas dinding, serta lantai dan struktur penunjangnya boleh terbuat dari kayu.
  • Kelas Konstruksi 3 adalah bangunan selain yang disebutkan pada kelas konstruksi satu (1) dan kelas konstruksi dua (2).
Lokasi

Layaknya nilai aset itu sendiri, asuransi rumah tinggal juga bergantung pada lokasi rumah tinggal itu sendiri. Rumah yang terletak di wilayah rawan banjir, dekat dengan gunung berapi, atau jauh dari fasilitas pemadam kebakaran tentu memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah yang berlokasi di dataran tinggi, pusat kota, ataupun dekat dari fasilitas penunjang keamanan. Oleh karena itu, nilai premi yang dikenakan pada rumah dengan tingkat risiko seperti ini akan lebih tinggi.

Catatan kerugian (loss record)

Catatan kerugian atau pengajuan klaim pada masa lampau juga menjadi tolok ukur nilai premi asuransi rumah tinggal. Perusahaan asuransi akan melakukan riset di muka terkait hal ini untuk menilai tingkatan risiko bangunan yang akan diasuransikan. Sebagai contoh, rumah yang pernah direnovasi akibat suatu kerugian berada di kategori risiko yang tinggi. Sehingga premi asuransi untuk rumah ini akan lebih tinggi daripada rumah yang tidak memiliki catatan kerugian.

Rumah adalah aset yang berharga bagi setiap pemiliknya. Menjaganya tak cukup dengan menambahkan peralatan atau petugas keamanan saja. Melengkapinya dengan memiliki asuransi adalah sebuah keputusan tepat bagi pemiliki rumah yang cerdas.

Tertarik dengan polis asuransi Chubb ini?

Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut? Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana kami dapat membantu Anda terlindungi dari potensi risiko yang dihadapi