7 Aksi Penipuan yang Paling Sering Terjadi dan Perlu Dihindari Selama Perjalanan Bisnis Anda

7 aksi penipuan yang paling sering terjadi dan perlu diwaspadai, lokasi-lokasi di mana aksi penipuan tersebut sering terjadi, serta cara menghindarinya

Baik untuk tujuan bisnis maupun rekreasi, traveling seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan. Akan tetapi, besar kemungkinan Anda atau seseorang yang Anda kenal pernah mendengar ataupun menjadi korban penipuan saat sedang traveling. Dari Paris hingga Bangkok, para pelaku penipuan sering mengincar business travelers yang sedang lengah. Oleh karena itu, kita perlu mengenali aksi-aksi penipuan tersebut, dan melakukan tindakan pencegahan agar tidak menjadi korban. Berikut adalah tujuh penipuan yang paling sering terjadi dan perlu diwaspadai, serta lokasi-lokasi di mana aksi penipuan tersebut sering terjadi.

1. Amal atau petisi gadungan

Sekelompok orang, biasanya anak-anak atau wanita-wanita muda, akan mendekati dan meminta Anda menandatangani petisi. Jika Anda bersedia, mereka kemudian akan meminta uang atau mencopet uang Anda saat Anda sedang sibuk dengan berkas-berkas. Jika Anda menolak, mereka akan terus mendesak Anda, atau yang lebih parah lagi, komplotan mereka akan merogoh kantong/tas Anda untuk mencari dompet.

Paling sering terjadi di: Paris

Cara menghindarinya

Langkah yang paling tepat adalah dengan menjaga jarak dan jangan biarkan mereka terlalu mendekat. Anda harus tegas, karena mereka biasanya pantang menyerah menghadapi penolakan.

2. Supir taksi yang menagih ongkos berlebihan

Supir taksi semacam ini (yang bisa dijumpai di seluruh dunia) biasa mangkal di tempat wisata terkenal atau pusat-pusat transportasi. Mereka sering menggunakan meteran yang dimodifikasi sehingga ongkos yang ditagih lebih tinggi daripada yang seharusnya. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan tidak menggunakan meteran dan menuntut ongkos mahal untuk jarak yang dekat sekalipun.

Paling sering terjadi di: Seluruh dunia

Cara menghindarinya

Pakai jasa perusahaan taksi tepercaya dengan memesan lebih dulu berdasarkan argo yang sudah disetujui sebelumnya. Jangan lupa minta tanda terima.

3. Atraksi jalanan

Seseorang akan menghibur sekerumun orang dengan atraksi jalanan yang menarik untuk mengalihkan perhatian penonton, dimana beberapa di antara mereka adalah anggota komplotan yang hendak melakukan aksi kejahatan. Saat perhatian semua orang tertuju pada si pelakon, anggota komplotan akan menghapiri dan mencopet di kerumunan yang tidak menyadari aksi yang akan terjadi.

Paling sering terjadi di : Paris dan London

Cara menghindarinya

Saran dari kami cukup mudah: abaikan. Warga setempat seringkali mengabaikan pelakon-pelakon semacam ini, jadi ikuti contoh yang mereka berikan dan jangan berhenti untuk menonton.

4. Pengemis anak-anak atau keluarga

Sekelompok anak-anak dalam jumlah yang tak sedikit akan mengelilingi Anda untuk minta uang, dan seringkali mereka melakukannya dengan membuat suasana gaduh. Mereka bermaksud mengalihkan perhatian, sehingga anggota komplotan mendapat kesempatan untuk mencopet.

Paling sering terjadi di : Rome, Florence and Milan

Cara menghindarinya

Sama seperti menghadapi modus penipuan lainnya, Anda harus tetap siaga, menjaga jarak, dan mengamankan barang berharga Anda. Anda juga perlu tegas dan bersuara lantang untuk membuat para calon perampok ini mengurungkan niat jahat mereka.

5. Calo tiket

Aksi ini umumnya terjadi di terminal bus atau stasiun-stasiun kereta. Saat memasuki stasiun, seseorang akan menghampiri Anda untuk mengiming-imingi tiket dengan harga yang lebih murah, sehingga Anda tidak perlu lagi mengantre di loket resmi. Tawaran yang terlihat menguntungkan ini justru seringkali mengharuskan Anda mengeluarkan biaya yang lebih besar, atau yang lebih parah lagi, tiket perjalanan yang telah dibeli ternyata tidak berlaku.

Paling sering terjadi di : Kuala Lumpur, Beijing dan Shanghai

Cara menghindarinya

Sangat disarankan untuk membeli tiket langsung dari sumbernya (seperti kantor tiket), untuk menghindari risiko membeli tiket yang tidak berlaku.

6. Gelang persahabatan

Ini salah satu contoh aksi penipuan yang tidak biasa. Anda akan didatangi seseorang yang menawarkan gelang persahabatan. Walau Anda menolak, mereka akan menyambar pergelangan tangan Anda dan memakaikan gelang dengan paksa sebelum meminta bayaran. Aksi ini mungkin dilakukan untuk mengalihkan perhatian Anda, sehingga anggota komplotan pelaku bisa mencopet Anda. Di beberapa lokasi lainnya, jenis barang yang digunakan mungkin berbeda-beda.

Paling sering terjadi di : Paris, Roma, Barcelona dan Kairo

Cara menghindarinya

Waspadai orang-orang yang berupaya memberikan segala macam hadiah gratis, khususnya di kawasan turis. Anda disarankan untuk mengabaikan mereka dan terus berjalan.

7. Bantuan membawakan koper

Ini terjadi saat seseorang mendatangi Anda dan menawarkan bantuan untuk membawakan koper Anda. Walaupun tampak seperti pertolongan biasa, orang ini kemudian akan minta bayaran dan menolak untuk pergi sebelum dibayar.

Paling sering terjadi di: Seluruh dunia

Cara menghindarinya

Selalu bawa koper Anda sendiri, kecuali bila Anda bisa memastikan bahwa orang yang membantu Anda tepercaya. Jika bukan bellboy hotel, misalnya, Anda harus waspada. Aturan yang secara umum perlu dipatuhi, jangan mudah memercayai warga setempat yang terlalu gigih menawarkan bantuan selama perjalanan Anda.

Dan ingat…

Pada intinya, jangan memercayai sesuatu yang terlihat mencurigakan atau terlalu menguntungkan. Pakai akal sehat Anda dan siapkan diri sebaik mungkin. Anda bisa menggunakan aplikasi Chubb Travel Smart app sebagai sarana untuk mengakses informasi tentang berbagai risiko keamanan dan keselamatan yang spesifik, terkait negara yang Anda kunjungi.

Artikel Terkait

Memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut?

Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana kami dapat membantu melindungi Anda dari risiko potensial. .

Global Client Executive

Peter Kuczer
O: +61 3 96237204